NEWS
Salin Artikel

Kepala Sekolah Didemo, Disebut Kerap Panggil Siswa dengan Nama Binatang dan Tidak Transparan soal Dana BOS

Para siswa menuntut kepala sekolah, Supardi, mundur dari jabatannya karena dinilai tidak sopan dan tidak cakap memimpin. Pasalnya, sang kepala sekolah disebut kerap meneriaki dan memanggil mereka dengan nama-nama binatang atau warna kulit yang berbau rasis.

Salah satu siswa yang turut mendukung aksi tersebut mengaku, panggilan tak sopan dari kepala sekolah membuat sejumlah siswa minder.

"Nama kami kadang dipanggil tedong (kerbau) atau bolong (hitam legam). Pokoknya kalau bicara ceplos-ceplos tanpa mempertimbangkan apakah melukai perasaan orang lain. Pokoknya kami ingin kepala sekolah di ganti dan dicopot dari jabatannya," ungkapnya.

Dalam orasinya, para siswa yang membawa serta spanduk dan poster berisi tuntutan agar kepala sekolah mereka mundur dari jabatannya karena menilai kepala sekolah kadang arogan dan tidak sopan dalam bertutur sapa kepada siswanya.

Sementara itu, para guru menuntut kepala sekolah mundur lantaran pengelolaan dana BOS yang dinilai tidak transparan dan salah sasaran.

Para guru menilai, Supardi mengelola sekolah seperti perusahaan milik pribadinya. Segala keputusan menyangkut masa depan sekolah termasuk guru dna sisnaya ia tentukan sendiri.

Seorang guru bidang studi, Hariati mengatakan, aksi yang digelar para guru dan siswa yang kesekian kalinya ini bertujuan untuk memberi peringatan kepada kepala sekolah agar tidak sewenang-wenang mengambil keputusan sendiri di sekolah karena guru adalah mitranya.

"Kami butuh manajemen profesional, sekolah bukan perusahaan milik kepala sekolah, dana bos bukan milik pribadi. Kami butuh pemimpin yang bermoral," ungkapnya, Senin.

Selama ini, lanjut Hartati, guru juga jarang diajak berkomunikasi dengan kepala sekolah. Kepala sekolah Supriadi selama ini dinilai hanya mengambil keputusan sepihak yang tidak melibatkan para guru.

"Sebelumnya kami juga pernah menggelar aksi di Dinas Pendidikan dan DPRD, tapi tidak ada tanggapan. Makanya kami kembali aksi menuntut kepala sekolah diganti," katanya.

Dibantah

Kepala Sekolah Supardi yang menyaksikan aksi demo para siswa dan guru dari lantai dua gedung sekolahnya membantah tudingan para siswa dan guru.

Supardi membantah dirinya menggunakan anggaran dana BOS yang tidak transparan sebab pengelolaan dana BOS di sekolah telah diatur oleh Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang telah dibuat satu tahun lalu.

Menurut dia, pihaknya telah menggunakan dana BOS untuk kepentingan sekolah, seperti menyediakan buku-buku bagi guru dalam mengajar.

"Kalau anggaran saya tidak pernah pegang dana, tapi bendaharanya," tuturnya.

Supardi menduga, aksi demo para guru dan siswa terjadi untuk kesekian kalinya karena ada pihak yang mencoba memprovokasi di sekolahnya. Alasannya, selama ini siswa dan guru selalu bersama-sama dalam kegiatan sekolah, baik dalam OSIS, PMI dan Pramuka.

Supardi mengaku akan tetap menjalankan tugas sebagai kepala sekolah sepanjang tidak ada keputusan dari Dinas Pendidikan yang mengganti dirinya sebagai kepala sekolah.

Sementara itu, aksi unjuk rasa oleh siswa dan guru di halaman sekolah baru mereda setelah perwakilan Dinas Pendidikan, aparat kepolisian dan Satpol PP tiba di lokasi kejadian.

Pihak Dinas Pendidikan kemudian menggelar rapat bersama guru untuk membahas masalah konplik antar guru dnegan kepala sekolah maupu konplik antara kepala sekolah dengan siswanya.

https://regional.kompas.com/read/2018/08/28/12002691/kepala-sekolah-didemo-disebut-kerap-panggil-siswa-dengan-nama-binatang-dan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.