NEWS
Salin Artikel

Kelahiran Dua Ekor Bayi Binturong Menambah Koleksi Bandung Zoo

Dua bayi itu masih bersembunyi di balik rimbun dedaunan di kandang binturong, sesekali ia muncul keluar namun belum berani memperlihatkan diri sepenuhnya, butuh kesabaran memang untuk melihat kedua bayi ini keluar.

Dua bayi itu lahir pada 4 juni 2018 lalu, artinya kini keduanya telah berusia lebih dari satu bulan. Petugas mengetahui kelahiran kedua bayi binturong itu saat memeriksa sekaligus memberikan makan induk binturong.

"Sekitar pukul 04.00 Wib, saat itu petugas tengah ngasih makan, di semak-semak terlihat ada dua bayi binturong," kata Kurator Bandung Zoo, Panji Ahmad, di Bandung Zoo, Kota Bandun, Kamis (12/7/2018).

Namun petugas Bandung Zoo belum dapat memastikan kelamin dari kedua bayi binturong itu lantaran saat ini keduanya masih dalam proses menyusui.

Sementara untuk melihat kelamin binturong petugas harus menangkap dan melihat langsung bayi tersebut, pasalnya sifat protektif induk binturong memang tidak menyukai ada bau tangan manusia pada buah hatinya, di khawatirkan induk binturong bisa tidak mengenali bau bayi yang sudah ditangkap itu.

"Binturong itu kenali individunya dari penciuman," jelasnya..

Untuk itu, petugas harus menunggu tiga hingga enam bulan untuk mengetahui kelamin kedua bayi itu. "Nanti kalau sudah mandiri (bayi binturong) sekitar enam bulan baru bisa diketahui (kelaminnya)," terangnya.

Menurut Panji, ini merupakan kelahiran ketiga induk yang sudah berusia 20an tahun itu. Sebelumnya kelahiran pertama terjadi pada bulan Juli 2017 sebanyak dua ekor, kemudian Desember 2017 induk itu pun melahirkan tiga ekor bayi, dan terakhir ini si induk melahirkan dua ekor bayi binturong tersebut.

"Binturong ini hamil tiga bulan sekali, memang mereka ini binatang yang subur," jelasnya.

Hewan ini pun sehari-harinya memakan buah, namun mereka pun termasuk dua ekor bayi binturong nantinya akan diperkenalkan dengan kuning telur rebus untuk menambah kebutuhan proteinnya.

Total keseluruhan koleksi binturong di Bandung Zoo sendiri kini ada sekira 31 ekor, yang ditampung di tiga kandang.

"Mereka tidak dalam satu keluarga, ada sumbangan, ada yang titipan, ada juga dari BKSDA," katanya.

Seperti diketahui, Binturong merupakan jenis musang paling besar yang dilindungi berdasarkan undang-undang.

Keistimewaanya, ekor binturong bisa memegang dahan, hal ini tak bisa dilakukan oleh jenis musang lainnya, selain itu Binturong juga dapat mengeluarkan gas berbau pandan yang menandakan keberadaan mereka.

"Ini satwa khas Indonesia bagian barat, ada di Jawa, Kalimantan, Sumatera. Di Asia Selatan juga ada cuman keberadaan mereka enggak banyak. Perkiraan populasi sedunia ada sekitar 10.000 binturong dewasa," paparnya.

https://regional.kompas.com/read/2018/07/13/07332441/kelahiran-dua-ekor-bayi-binturong-menambah-koleksi-bandung-zoo

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.