NEWS
Salin Artikel

Kisah Pak Lam, Sang Pengepul Ular di Wonogiri

Siang itu, Ngadimin yang biasa disapa Pak Lam, sudah mengumpulkan dua karung berukuran 20 kilogram. Walau karung tersebut sudah dipenuhi ular dari warga, ia enggan beranjak. 

Pak Lam merupakan salah satu pengepul ular di Kabupaten Wonogiri. Biasanya, warga yang menyetor ular tangkapan berasal dari Purwantoro, Slogohimo, Jatisrono, Sidoharjo, Ngadirojo. 

Bagi Pak Lam meski tak mendapatkan untung besar, berbisnis jual beli ular bisa menghidupi keluarganya. Sejak masih bujang, Ngadiman sudah berjibaku berburu ular untuk dijual kepada pengepul.

"Awalnya dulu saya mencari ular lalu menjualnya kepada pengepul. Setelah lama mencari ular lama kelamaan saya memilih mengepul warga yang menjual ular lalu saya setorkan ke orang," kata Pak Lam kepada Kompas.com, Rabu (21/2/2018).

Untuk mengumpulkan warga yang menjual ular, Pak Lam menentukan weton (hari berdasarkan hitungan Jawa). Khusus di Ngadirejo, ia datang setiap pasaran pon atau lima hari sekali.

"Dulu saya bisa berkeliling sampai Praci, Batu Pulung, hingga Pacitan. Tapi sekarang di sana sudah ada pengepulnya. Jadi saya cukup di Ngadirejo saja," tandas Pak Lam.

Menurut Pak Lam, berbisnis ular susah-susah gampang. Pasalnya, tidak semua jenis ular laku di pasaran.

Ular yang berbisa justru tidak memiliki nilai jual tinggi. Sementara ular yang tidak berbisa banyak dicari orang untuk aneka keperluan. Ia mencontohkan ular sawah yang tidak berbisa menjadi ular yang paling banyak dicari pengepul skala besar.

"Saya tidak tahu mengapa ular sawah banyak dicari pengepul skala besar. Bahkan harga ular sawah dengan ukuran besar mencapai Rp 40.000 perkilogramnya," ungkap Pak Lam.

Pak Lam bercerita saat menyetor ke salah satu juragan melihat ular-ular yang disetor itu dibelah dari kepala, badan hingga ekor. Selanjutnya dijemur hingga agak mengering. "Setelah itu badan ular dibalik dan dibentuk melingkar seperti obat nyamuk," jelas Pak Lam.

Harga ular sawah, sambung Pak Lam, makin tinggi bila ukuran ularnya besar. Hitungan nilai perkilogramnya berbeda dengan ular sawah yang masih kecil. "Kalau ularnya kecil-kecil satu kilogramnya dihargai Rp 10.000 saja," ujar Pak Lam.

Tak hanya menerima ular sawah, Pak Lam juga menerima jenis ular berbadan besar dan panjang seperti ular sanca. Untuk ular jenis ini, hitungannya berbeda.

Bila ular sawah dihitung berat maka ular sejenis sanca dihitung panjangnya. Semakin panjang ular maka harganya semakin tinggi.

"Kalau panjangnya ular tiga meter lebih maka permeternya dihargai Rp 50.000. Tetapi kalau panjangnya hanya 2,5 meter harganya akan turun," ujar Pak Lam.

Sementara itu, Joko Harmadi (37), warga Girimarto yang menjual ular ke Pak Lam mengaku tidak bisa memastikan jumlah ular yang dijual kepada pria asal Sragen tersebut. Pasalnya, ular sawah baru banyak saat musim panen tiba.

"Ular sawah banyak muncul manakala panen tiba. Kalau tanaman di sawah sudah tinggi susah mencari ularnya," kata Joko.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan tak hanya mencari ular di sawah. Ia bersama warga lain biasa mencari di sungai. 

https://regional.kompas.com/read/2018/02/22/08585601/kisah-pak-lam-sang-pengepul-ular-di-wonogiri

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.