NEWS
Salin Artikel

2019, Pemerintah Targetkan Tak Ada Lagi Daerah Rentan Rawan Pangan

Pasalnya, berdasarkan peta ketahanan dan kerentanan pangan 2015, masih terdapat wilayah di Indonesia yang masuk dalam kategori daerah rentan rawan pangan.

Sesuai peta ketahanan dan kerentanan pangan, daerah yang termasuk rentan rawan pangan itu kebanyakan berada di wilayah Indonesia timur, khususnya di Papua.

Dalam peta itu, sejumlah wilayah di Papua diketahui sebagai daerah rentan rawan pangan prioritas satu dan dua.

Adapun kategori daerah rentan rawan pangan ini terdiri dari enam prioritas. Jika daerah itu masuk prioritas 1, maka termasuk daerah sangat rentan rawan pangan, sedangkan untuk kategori prioritas enam, berarti daerah tersebut tidak rentan rawan pangan.

"Ini yang sedang kami kerjakan di seluruh Indonesia. Kan presiden bilang tahun pertama dan kedua pertumbuhan, nah tahun ketiga ini memeratakan pertumbuhan," kata Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, kepada wartawan usai membuka acara workhsop di Hotel Grand Aston, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/11/2017).

Agung mengatakan, pihaknya akan menerapkan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk mengentaskan daerah rentan rawan pangan itu. Menurut dia, ada 2.300 titik di Indonesia yang masuk program KPRL pada 2018. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun 2017, yaitu sebanyak 1.800 titik.

"Harapannya 2019 tidak ada lagi daerah rentan rawan pangan atau paling tidak berkurang. Saya tidak mau 2.300 (titik) itu gagal," kata Agung.

Agung menilai bahwa program KRPL akan efektif dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan. Sebab, lanjut dia, program itu mendorong masyarakat mampu memproduksi pangannya sendiri.

"Melalui program ini, kami mengintervensi bagaimana menjadikan mereka bisa naik kelas dengan program KPRL," tutur Agung.

"Kami dorong masyarakat di sana mampu menyediakan pangan sendiri untuk perbaiki nutrisi keluarga, syukur-syukur meningkatkan pendapatan mereka," tambah Agung.

Salah satu contoh yang berhasil, lanjut dia, yaitu Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Menurut Agung, sebelumnya desa tersebut masuk kategori prirotas 2, namun kini menjadi prioritas empat setelah mengikuti program KPRL selama dua tahun terakhir.

"Dua tahun berjalan mereka bisa memenuhi nutrisi dan juga bisa menjual. Artinya bisnis mereka juga jalan. Kalau bisnis sudah jalan, maka akan langgeng," tutur Agung.

Agung mengatakan, pengentasan daerah rentan rawan pangan memang harus berhasil. Sebab, kata dia, daerah rentan rawan pangan ternyata berkaitan dengan pertumbuhan manusia. Secara umum, lanjut dia, masyarakat di daerah yang rentan rawan pangan itu dalam kondisi stunting.

"Daerah rentan rawan pangan ini juga dikaitkan dengan stunting, manusia yang tumbuhnya tidak normal. Di daerah yang rentan tadi, umumnya stuntingnya tinggi," kata Agung.

https://regional.kompas.com/read/2017/11/24/21300091/2019-pemerintah-targetkan-tak-ada-lagi-daerah-rentan-rawan-pangan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.