Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandar Besar Narkoba Makassar Tewas Ditembak Polisi

Kompas.com - 29/03/2017, 09:05 WIB
Hendra Cipto

Penulis

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang bandar besar narkoba di Kota Makassar, Ruslan Hasan alias Cullang (28), warga Jalan Balana 2 Nomor 17 tewas ditembak aparat kepolisian, Selasa (28/3/2017) sekitar pukul 04.00 Wita.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani dalam keterangan persnya, Rabu (29/3/2/17) mengatakan, tersangka Cullang sudah sejak tahun 2016 lalu menjadi DPO. Tersangka ditangkap di tempat persembunyiannya di rumah kos di Kecamatan Pasangkayu, tepatnya di jalan trans Mamuju, Sulawesi Barat-Palu, Sulawesi Tengah.

Baca juga: Bandar Narkoba Pemilik Senjata AK-47 Ternyata Mantan Anggota Polisi

Penangkapan terhadap bandar besar narkoba Makassar ini dipimpin langsung oleh Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Eka Yudha Satriawan. Setelah ditangkap, tersangka berusaha melarikan diri dan melawan polisi.

"Setelah ditangkap di Sulbar, tersangka kemudian dibawa ke Polda Sulsel untuk dikembangkan. Di situ, tersangka mencoba melarikan diri dan melawan polisi. Selanjutnya, anggota melakukan tembakan peringatan. Namun tersangka tetap melarikan diri. Sehingga, polisi melepaskan tembakan mengarah dan terukur dan berhasil mengenai dada tersangka. Tersangka tewas saat perjalanan dibawa ke RS Bhayangkara," katanya.

Dicky mengungkapkan, tersangka mempunyai beberapa laporan dan telah masuk ke DPO, yakni LPA/155/IX/2016/SPKT tanggal 30 Agustus 2016, LPA/188/X/2016/SPKT tanggal 28 Oktober 2016, LPA/201/XI/2016/ SPKT tanggal 10 November 2016, LPA/228/XII/2016/SPKT tanggal 30 Desember 2016, LP/149/XII/2016/Sulsel/res pelabuhan tanggal 31 Desember 2016, DPO/01/I/2017, tanggal 9 Januari 2017.

"Adapun barang bukti yang disita dari tersangka berupa sabu, 8 unit handphone, satu buah buku tabungan Bank Mandiri, satu buah kartu ATM Bank Mandiri, satu buah nomor kartu perdana Simpati, 2 buah tas merk Gucci dan Louis Vuitton, satu buah dompet warna cokelat, satu buah senjata tajam jenis badik, uang tunai Rp 12.700.000, satu buah cincin emas," bebernya.

Baca juga: Hendak Kabur Setelah Ditangkap, Buron Kasus Narkoba Ditembak

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com