Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkosa dan Aniaya 30 Wanita, "Kolor Ijo" Terancam Hukuman Mati

Kompas.com - 12/04/2016, 23:12 WIB
Abdul Haq

Penulis

LUWU TIMUR, KOMPAS.com - Masih ingat dengan kasus kolor ijo yang menggemparkan masyarakat Luwu, Sulawesi Selatan, tahun lalu? Kini pelaku yang dibekuk polisi pada Sabtu, 21 November 2015, itu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur. Selasa, (12/4/2016).

Terdakwa Ikbal (30) alias Bala yang dikenal sebagai "Si Kolor Ijo" itu meresahkan masyarakat setempat karena memerkosa 30 wanita dan menusuk (maaf) alat vital korban dengan pisau hingga menyebabkan dua korban tewas.

Bala kini duduk di depan meja hijau dan diancam pasal berlapis dengan hukuman hingga hukuman mati.  

Jaksa penuntut umum (JPU) Laode Hakim menyebutkan, untuk menangani perkara kasus ini, jaksa membentuk tim khusus karena kasus tersebut tergolong sangat berat dan rawan menimbulkan konflik.

"Terdakwa dijerat pasal berlapis, seperti penganiayaan, pelindungan anak, dan pasal pembunuhan," ujar Laode seusai sidang perdana kasus kolor ijo di PN Malili.

Sidang perdana ini dipimpin hakim ketua Khaerul berlangsung sangat singkat. Materi sidang belum masuk pada pokok perkara gugatan. Majelis hakim meminta terdakwa didampingi oleh kuasa hukum.

"Ini kasus besar dan berat, ancaman hukum terdakwa tidak main-main, seumur hidup atau bahkan di atasnya, makanya sesuai aturan terdakawa harus didamping kuasa hukum," ujar Khaerul.

Sidang singkat ini diundur hingga Selasa pekan depan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com