Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah WNI Gabung dengan ISIS, Imigrasi Kediri Perketat Penerbitan Paspor Umrah

Kompas.com - 24/03/2015, 17:25 WIB
Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim

Penulis

KEDIRI, KOMPAS.com — Kantor Imigrasi Kelas III Kediri, Jawa Timur, memperketat penerbitan paspor, terutama untuk tujuan negara-negara Timur Tengah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah bergabungnya warga Indonesia dengan kelompok teroris, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Sasongko, mengatakan, pihaknya tidak dapat mencegah seseorang untuk mengurus paspor karena hal itu menjadi hak setiap warga negara. Namun, ia berhak memperketat penerbitan paspor demi keamanan.

Sasongko menjelaskan, pengetatan tersebut dilakukan terutama dalam tahap wawancara terhadap pemohon yang sedang mengurus paspor. Teknik penggalian informasi itu nantinya menjadi filter untuk mengetahui alasan kepergian pemohon ke negara tujuan. Pemohon yang tidak mempunyai alasan yang jelas dan bahkan mencurigakan akan dicegah.

"Kalau tanpa ada kejelasan tujuan atau mencurigakan, langsung kita cegah," kata Kepala Kantor Imigrasi yang membawahi empat wilayah kerja, yaitu Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Jombang, Selasa (24/3/2015).

Selain itu, dia menjelaskan, pengetatan penerbitan paspor juga dilakukan terhadap pemohon untuk keperluan umrah. Khusus untuk umrah, pemohon harus mengantongi surat rekomendasi dari agen perjalanan yang sekaligus sebagai pihak penjamin.

Namun, selama ini, Sasongko mengaku pihaknya belum pernah menerbitkan paspor untuk tujuan Suriah dan juga belum pernah menemukan kasus pemohon yang mencurigakan.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebelumnya juga telah meminta pihak Imigrasi untuk memperketat prosedur penerbitan paspor untuk mencegah bergabungnya WNI ke kelompok ISIS. Hal itu menyusul adanya sekitar 500 WNI yang pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com