Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Anggota KNPB Jadi Tersangka Bentrok di Jayapura

Kompas.com - 28/11/2013, 22:56 WIB
Kontributor Kompas TV, Alfian Kartono

Penulis

TIMIKA, KOMPAS.com — Dari 29 orang anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang tertangkap, 12 orang di antaranya ditetapkan kepolisian menjadi tersangka dalam kasus bentrokan berdarah di Waena Expo, Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Selasa (26/11/2013) lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, AKBP Sulistio Pudjo, mengatakan, dari 12 orang tersebut, 11 di antaranya dijadikan tersangka dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan. Sementara itu, seorang lagi menjadi tersangka karena kepemilikan senjata tajam. Ke-17 orang lainnya yang ikut tertangkap dalam insiden berdarah tersebut, menurut Sulistio, sudah dilepas.

“Kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini dan tidak tertutup kemungkinan ada beberapa aktivis KNPB akan menjadi daftar pencarian orang dari kepolisian,” ungkap Sulistio yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis malam.

Seperti yang diberitakan Kompas.com sebelumnya, unjuk rasa yang digelar KNPB di Taman Budaya Waena Expo, Selasa (26/11/2013) lalu, berakhir dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan anggota Dalmas Polresta Jayapura yang dibantu Brimob Polda Papua. Dalam bentrokan tersebut, sejumlah warga yang sedang melintas di Jalan Abepura Sentani turut menjadi korban terkena lemparan batu dan ada juga yang mengalami penganiayaan. Sebanyak 11 orang terluka, 2 di antaranya kritis. Sementara sejumlah mobil dan motor dirusak pengunjuk rasa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com