Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dua Anak Ditemukan Tewas di Bekas Penambangan Pasir

Kompas.com - 30/08/2013, 19:56 WIB
Regina Rukmorini

Penulis

Sumber KOMPAS

MAGELANG, KOMPAS.com - Dua anak, Farida (6) dan Muhammad Ferdi (9), ditemukan tewas tenggelam di kubangan bekas penambangan pasir di Kali Putih di Dusun Kemiren, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/8/2013) sore.

Dua bocah warga Dusun Jumoyo Lor, Desa Jumoyo, tewas dengan kondisi meminum terlalu banyak air. Peristiwa ini terjadi sekitar Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB, Saat itu, kedua korban ini bermain dengan dua temannya yang lain, Angga (6) dan Kiki (5).

Tak berapa lama, dua korban memutuskan untuk berenang di kubangan, di bekas penambangan pasir di Kali Putih. "Dua korban tersebut tidak bisa berenang, dan sama sekali tidak menyangka kedalaman kubangan mencapai tiga meter," ujar salah seorang saksi mata, Widodo.

Melihat korban tidak segera muncul ke permukaan, Angga pun berlari, mencoba melaporkan kejadian ini ke rumah Ferdi. Namun, karena rumah dalam keadaan kosong, dia pun mencari pertolongan dari warga lainnya.

Humas tim SAR Kabupaten Magelang, Ahmad Muslim, mengatakan, pencarian dua korban berlangsung sekitar setengah jam. Saat ditemukan di dasar kubangan, dua korban sudah tidak bernyawa lagi.

Menurut dia, di kawasan Kali Putih memang banyak lubang dan kubangan bekas penambangan pasir yang tidak dirapikan, dan ditutup lagi. Menyikapi hal itu, segenap orangtua diharap lebih ketat mengawasi anak-anaknya saat bermain di sekitar sungai.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber KOMPAS
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com