Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gibran Tegaskan Gaya Komunikasi di Medsos Bukan untuk Pencitraan: Ini Permudah Interaksi Masyarakat

Kompas.com - 30/11/2022, 12:50 WIB
Labib Zamani,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka merupakan salah satu kepala daerah yang aktif menggunakan media sosial (medsos). Meski demikian, putra sulung Presiden Jokowi ini menegaskan bukan untuk pencitraan.

Gibran menyampaikan bahwa media sosial ini untuk mempermudah dirinya berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus menerima keluhan atau laporan masyarakat.

Melalui media sosial ini, dirinya bisa lebih cepat mengetahui dan menyelesaikan keluhan yang dilaporkan masyarakat.

Baca juga: Pengamat UNS: Gaya Gibran di Medsos Mirip Gaya Orang Ngobrol di Warung Wedangan, Santai

"Lha pencitraan opo? Enggak (ada pencitraan). Ini untuk mempermudah interaksi masyarakat, menerima keluhan," kata Gibran ditemui Kompas.com di Balai Kota Solo pada Rabu (16/11/2022) lalu.

Ayah Jan Ethes Srinarendra ini lebih sering menggunakan akun Twitter ketimbang media sosial lainnya untuk berkomunikasi dengan masyarakat karena lebih gampang dan ringkas.

"Karena lebih gampang, ringkes dan pendek-pendek (kata-katanya)," kata Gibran.

Selain dirinya, kata Gibran beberapa kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga aktif menggunakan media sosial untuk menjawab keluhan dari masyarakat.

"Pak Ganjar juga aktif menjawab keluhan (masyarakat)," terang suami Selvi Ananda tersebut.

Selama ini, Gibran tidak pernah mendapat teguran maupun diingatkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena aktif menggunakan media sosial.

"Enggak pernah (ada teguran). Lha kenapa?" ungkap Gibran.

Menurut Gibran banyak laporan yang masuk ke akun Twitter dirinya. Tidak hanya dari masyarakat Solo, dari wilayah luar Solo, kata Gibran juga banyak.

Namun jika itu bukan kewenanganan dirinya, kata Gibran dirinya tetap merespons laporan tersebut dan kemudian meneruskan ke pemerintah daerah setempat maupun meneruskan ke Pemerintah Provinsi.

"Banyak laporan dari Soloraya, Karanganyar, Colomadu, Kartasura, Purwodadi. Biasanya kalau dari luar (Soloraya) langsung ke Pak Gubernur," kata Gibran.

Baca juga: Cuitan Soal Ada Klitih di Solo Ditanggapi Gibran, Polisi Pastikan Lokasi Bukan di Solo

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nasib Pilu Nakes Diperkosa 3 Pria di Simalungun, 5 Bulan Pelaku Baru Berhasil Ditangkap

Nasib Pilu Nakes Diperkosa 3 Pria di Simalungun, 5 Bulan Pelaku Baru Berhasil Ditangkap

Regional
Kepsek SMK di Nias Bantah Aniaya Siswanya sampai Tewas, Sebut Hanya Membina

Kepsek SMK di Nias Bantah Aniaya Siswanya sampai Tewas, Sebut Hanya Membina

Regional
30 Ibu Muda di Serang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

30 Ibu Muda di Serang Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Regional
Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Penipuan Katering Buka Puasa Masjid Sheikh Zayed Solo, Dua Pengusaha Rugi Hampir 1 Miliar

Regional
Pimpinan Ponpes Cabul di Semarang Divonis 15 Tahun Penjara

Pimpinan Ponpes Cabul di Semarang Divonis 15 Tahun Penjara

Regional
Viral, Video Penggerebekan Judi di Kawasan Elit Semarang, Ini Penjelasan Polisi

Viral, Video Penggerebekan Judi di Kawasan Elit Semarang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pj Wali Kota Tanjungpinang Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah

Pj Wali Kota Tanjungpinang Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah

Regional
Polisi Aniaya Istri Gunakan Palu Belum Jadi Tersangka, Pelaku Diminta Mengaku

Polisi Aniaya Istri Gunakan Palu Belum Jadi Tersangka, Pelaku Diminta Mengaku

Regional
Ngrembel Asri di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Ngrembel Asri di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Gunung Ruang Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu 400 Meter, Status Masih Awas

Gunung Ruang Kembali Meletus, Tinggi Kolom Abu 400 Meter, Status Masih Awas

Regional
Lansia Terseret Banjir Bandang, Jasad Tersangkut di Rumpun Bambu

Lansia Terseret Banjir Bandang, Jasad Tersangkut di Rumpun Bambu

Regional
Polda Jateng: 506 Kasus Kecelakaan dan 23 Orang Meninggal Selama Mudik Lebaran 2024

Polda Jateng: 506 Kasus Kecelakaan dan 23 Orang Meninggal Selama Mudik Lebaran 2024

Regional
Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Sudirman Said: Cukup Sekali Saja

Disebut Masuk Bursa Pilgub Jateng, Sudirman Said: Cukup Sekali Saja

Regional
Bupati dan Wali Kota Diminta Buat Rekening Kas Daerah di Bank Banten

Bupati dan Wali Kota Diminta Buat Rekening Kas Daerah di Bank Banten

Regional
Pengusaha Katering Jadi Korban Order Fiktif Sahur Bersama di Masjid Sheikh Zayed Solo, Kerugian Rp 960 Juta

Pengusaha Katering Jadi Korban Order Fiktif Sahur Bersama di Masjid Sheikh Zayed Solo, Kerugian Rp 960 Juta

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com