Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Kompas.com - 03/10/2022, 21:11 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memberikan subsidi untuk 900 kendaraan angkutan kota (angkot) di Medan.

Subsidi tersebut berasal dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang telah dialokasikan Pemkot Medan sebesar 5,6 persen.

Anggaran itu ditujukan untuk menangani dampak penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

Sebagai langkah lebih lanjut, Wali Kota (Walkot) Medan Bobby Nasution secara simbolis menempelkan stiker tanda subsidi pada kendaraan angkutan umum di Jalan Pulau Pinang Medan, Senin (3/10/2022).

Pemasangan stiker tersebut menjadi pertanda bahwa penumpang mendapatkan subsidi sebesar Rp 1.500 jika menaiki angkot yang telah ditempel stiker berisikan barcode khusus.

“Hari ini, Senin (3/10/2022), kita sama-sama akan melakukan penempelan stiker yang isinya adalah barcode untuk mendapatkan subsidi dari Pemkot Medan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Baca juga: Cara Cek BSU Tahap 4 atau BLT Subsidi Gaji yang Cair Mulai Hari Ini

Kegiatan tersebut, lanjut Bobby, juga menjadi tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) untuk menanggapi pengurangan subsidi BBM yang dilakukan pemerintah pusat, sekaligus mengantisipasi kenaikan inflasi di daerah.

Download aplikasi Sibonas

Pada kesempatan tersebut, Bobby mengimbau agar para penumpang angkot untuk mengunduh aplikasi Sibonas.

“Setelah itu, lakukan scan barcode dan tunjukkan handphone kepada pengemudi. Penumpang cukup bayar dengan tarif yang lama. Sebab, subsidi Rp 1.500 dari pemerintah tersebut akan masuk ke rekening perusahan-perusahan yang menaungi angkutan tersebut,” jelasnya.

Nantinya, lanjut dia, perusahaan sebagai tempat naungan angkutan tersebut akan menyalurkan subsidi sesuai dengan daftar kendaraan yang terdaftar dalam korporasi.

Tak lupa, pria 31 tahun itu meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan untuk menyosialisasikan program yang dijalankan sehingga dapat berjalan dengan optimal.

Terlebih, kata Bobby, saat ini masih banyak pengemudi angkot yang belum memahami program tersebut secara menyeluruh.

Baca juga: Pemprov DKI Targetkan 10.047 Angkot di Jakarta Sudah Terintegrasi JakLingko pada 2030

“Saya ingin informasi dapat sampai secara jelas kepada teman-teman pengemudi. Sebab, nantinya penumpang pasti akan menanyakan informasi kepada pengemudi, sehingga mereka harus dapat memberikan pemahaman ke masyarakat selaku pengguna angkutan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bobby mengungkapkan bahwa para pengemudi, baik angkot, becak bermotor (bentor), dan jasa ojek online, akan mendapat bantuan uang sebesar Rp 600.000.

“Kami (Pemkot Medan) akan berikan dalam bentuk uang tunai selama tiga bulan mulai Oktober hingga Desember. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan keluarga, bukan digunakan ke hal-hal negatif,” imbuhnya.

Halaman:
Baca tentang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com