Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terlibat Perkelahian, Seorang Pelajar di Kota Sukabumi Tewas Dibacok

Kompas.com - 01/11/2021, 20:56 WIB
Budiyanto ,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Seorang pelajar di Kota Sukabumi, Jawa Barat, UA (19) tewas akibat luka bacokan setelah terlibat perkelahian pelajar antar sekolah menengah kejuruan (SMK).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Raya Pabuaran, Kelurahan Warudoyong, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Senin (25/10/2021).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy Zainal Abidin mengungkapkan, pelaku MI (17) ditangkap di Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Terseret Arus Banjir Saat Mandi, Seorang Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Gorong-gorong

"Kami juga mengamankan sebilah celurit yang digunakan pelaku," ungkap Zainal dalam konferensi pers di Polres Sukabumi Kota, Senin (1/11/2021).

Zainal menjelaskan, perkelahian ini berawal saat MI bersama teman-temannya menyewa angkutan kota (angkot) menuju Terminal Lembursitu, Sukabumi.

Belum sampai ke tempat tujuan, angkot yang ditumpangi pelaku dihadang satu unit sepeda motor di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: 2 Pengendara Motor Tewas karena Tabrakan, Salah Satu Korban Pelajar SMP

Sepeda motor itu ditumpangi dua orang, salah satunya korban UA.

Setelah itu, korban UA yang dibonceng langsung mendekati pintu masuk angkot sambil membawa senjata tajam jenis celurit.

"Celurit itu dikeluarkan dari tas lalu disabetkan kepada pelaku. Namun karena pelaku gesit dan berhasil mengantisipasi, akhirnya terhindar dari sabetan," jelas dia.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Mayat di Tanara Serang Ternyata Penjual Madu asal Bandung Barat

Mayat di Tanara Serang Ternyata Penjual Madu asal Bandung Barat

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Koordinasi Cegah Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Proyek Strategis 

Pemkot Semarang dan KPK Koordinasi Cegah Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Proyek Strategis 

Regional
Lancang Kuning Carnival Bakal Digelar, Pj Gubernur Riau: Bakal Promosikan Produk dan Karya Anak Muda

Lancang Kuning Carnival Bakal Digelar, Pj Gubernur Riau: Bakal Promosikan Produk dan Karya Anak Muda

Regional
Hati-hati, Penerangan Jalan Umum di Pantura Brebes Masih Minim

Hati-hati, Penerangan Jalan Umum di Pantura Brebes Masih Minim

Regional
BMKG: Wilayah Kalimantan Tengah Sedang Dilalui Gelombang Atmosfer 'Rossby Ekuator'

BMKG: Wilayah Kalimantan Tengah Sedang Dilalui Gelombang Atmosfer "Rossby Ekuator"

Regional
Selebgram Palembang Dituntut 7 Tahun Penjara, Ikut 'Cuci Uang' Hasil Narkoba

Selebgram Palembang Dituntut 7 Tahun Penjara, Ikut "Cuci Uang" Hasil Narkoba

Regional
Kaesang Diusung Jadi Cagub DKI Jakarta, Gibran Ogah Tanggapi

Kaesang Diusung Jadi Cagub DKI Jakarta, Gibran Ogah Tanggapi

Regional
Jasad Ibu dan Anak Korban Longsor di Bandung Barat Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Jasad Ibu dan Anak Korban Longsor di Bandung Barat Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

Regional
Sempat Ditutup Imbas Erupsi Marapi, BIM Kembali Dibuka

Sempat Ditutup Imbas Erupsi Marapi, BIM Kembali Dibuka

Regional
Polisi Minta Tambah SPKLU di Tol Jateng, Saat Ini Hanya Ada 21

Polisi Minta Tambah SPKLU di Tol Jateng, Saat Ini Hanya Ada 21

Regional
Soal Nama yang Akan Diusung di Pilkada Semarang, DPC Partai Demokrat Tunggu Petunjuk

Soal Nama yang Akan Diusung di Pilkada Semarang, DPC Partai Demokrat Tunggu Petunjuk

Regional
Musrenbang RPJPD Banten 2025-2045, Pj Gubernur Al Muktabar: Fokuskan pada Pencapaian Indonesia Emas 2045

Musrenbang RPJPD Banten 2025-2045, Pj Gubernur Al Muktabar: Fokuskan pada Pencapaian Indonesia Emas 2045

Regional
Calo Tiket Bus yang Ancam Penumpang di Pelabuhan Merak Sudah Beroperasi 3 Bulan

Calo Tiket Bus yang Ancam Penumpang di Pelabuhan Merak Sudah Beroperasi 3 Bulan

Regional
Rektor UIN Salatiga Bantah Mahasiswanya Ikut Program Ferienjob di Jerman

Rektor UIN Salatiga Bantah Mahasiswanya Ikut Program Ferienjob di Jerman

Regional
4 Kecamatan di Demak Masih Terdampak Banjir, Balai Desa Wonorejo Tergenang

4 Kecamatan di Demak Masih Terdampak Banjir, Balai Desa Wonorejo Tergenang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com