Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seorang Petani Tewas Kesetrum Jebakan Listrik Hama Babi dan Monyet di Kebun Jagung Tetangga

Kompas.com - 27/01/2021, 18:49 WIB
Aji YK Putra,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

OGAN KOMERING ULU, KOMPAS.com - Seorang petani di Desa Penyandingan, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan tewas terkena sengatan listrik yang terpasang di sekitar areal perkebunan jagung.

Korban Jamaludin (58) tekena sengatan listrik yang sengaja dipasang untuk menghindari hama berupa babi dan monyet lantaran sering merusak lokasi perkebunan jagung seluas satu hektar milik Holidi (32).

Kasubag Humas Polres OKU AKP Mardi Mursal mengatakan, korban Jamaludin pertama kali ditemukan tewas oleh saksi bernama Holidi sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, Holidi bermaksud hendak pulang ke rumah untuk mengambil nasi.

Baca juga: Pencari Belut Tewas Kesetrum Jebakan Tikus, Ditemukan gara-gara Senternya Menyala

Namun, ia menemukan korban sudah tewas dalam keadaan kesetrum di lokasi tersebut.

"Saksi telah menginap di pondok selama semalam. Saksi ini memasang alat setrum di sekitar kebun jagungnya untuk mengusir hama jenis babi dan monyet. Namun terkena oleh korban," kata Mardi, melalui pesan singkat, Rabu (27/1/2021).

Mardi menjelaskan, Holidi yang mengetahui Jamaludin tewas langsung menghubungi warga sekitar untuk dilakukan evakuasi. Setelah itu, jenazah korban dibawa ke rumah duka.

Baca juga: Prihatin Banyak Petani Kesetrum, Raharjo Ciptakan Alat Pengusir Tikus Bertenaga Surya

Pemilik kebun bisa jadi tersangka

"Pemilik kebun atas nama Holidi sekarang statusnya masih saksi dan kita periksa, tidak menutup kemungkinan nanti dijadikan tersangka,"ujarnya.

Dengan kejadian ini, Mardi mengimbau agar masyarakat tak lagi memasang setrum untuk menghalau hama sehingga tidak lagi menimbulkan korban jiwa.

"Kami juga berkoordinasi dengan Kades terkait kejadian ini agar jangan ada lagi korban," jelasnya.

Baca juga: Buruh Tani Tunarungu Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com