Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mabuk dan Gunakan Pelat Palsu, Pembalap Liar Ditangkap di Semarang

Kompas.com - 22/11/2020, 17:20 WIB
Dian Ade Permana,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi


UNGARAN, KOMPAS.com - Seorang pembalap liar yang mabuk minuman keras jenis tuak diamankan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Semarang, Jawa Tengah.

Selain mabuk, kendaraan pembalap tersebut juga menggunakan pelat nomor palsu.

Kepala Satlantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo mengatakan, razia balap liar tersebut dilaksanakan pada Sabtu (21/11/2020), sekitar pukul 23.30 WIB.

Baca juga: Gaya Kahiyang yang Tampil Sederhana Saat Temani Bobby di Debat Kedua

"Kita melakukan patroli penindakan balap liar, karena kegiatan tersebut mengganggu pengguna jalan lain dan membahayakan keselamatan," kata Aristo saat dikonfirmasi, Minggu (22/11/2020).

Aristo mengatakan, pada saat patroli di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Semarang, ditemukan gerombolan pemuda dengan sepeda motor.

"Sepeda motor itu sudah dimodifikasi dan mereka bersiap untuk balap liar," kata dia.

Baca juga: Banyumas Masuk Zona Oranye, Penularan di Komunitas Dinilai Cukup Tinggi

Mengetahui kedatangan petugas, para pembalap jalanan dan penonton langsung melarikan diri.

"Beberapa pemuda bisa kabur dengan kendaraannya. Tapi ada satu sepeda motor dan pengendaranya yang berhasil diamankan," kata Aristo.

Pembalap liar yang diamankan berinisial DAP yang mengendarai Suzuki Satria FU.

"Pelat nomor yang digunakan P 124 WAN adalah pelat palsu. Kendaraan ini juga tidak dilengkapi STNK yang sah dan tidak bisa menunjukkan SIM. Dia juga mengonsumsi minuman tuak," kata Aristo.

Baca juga: Seorang Remaja Putri di Gunungkidul Bunuh Diri, Penyebabnya Terungkap dari Pesan Terakhir

Aristo mengatakan, saat masa pandemi Covid-19 ini, kerumunan yang ditimbulkan para pembalap itu juga berpotensi menyebarkan virus corona.

"Apalagi mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Lebih baik di rumah dan menjaga kesehatan, jangan balap liar," kata Aristo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com