Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puluhan Ribu Buruh Akan Demo di Depan Kantor Bupati Bogor

Kompas.com - 16/10/2020, 10:41 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Buruh di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akan kembali berunjuk rasa menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di pusat pemerintahan di Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jumat (16/10/2020).

Gerakan buruh ini akan melakukan aksi pawai atau longmars sampai ke depan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Longmars akan dimulai secara estafet di titik kumpul tiap-tiap perusahaan yang ada di kecamatan paling timur di Kabupaten Bogor, yakni mulai dari Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri Wanaherang, Citeureup dan terakhir di Cibinong.

Baca juga: Gunakan Berbagai Modus, Pimpinan Ponpes di Jambi Mencabuli Santriwati

Juru Bicara Serikat Pekerja Kabupaten Bogor Sukmayana mengatakan, rencananya longmars menuju Kantor Bupati dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, sambil menunggu massa buruh berkumpul dari setiap kecamatan.

"Iya betul kita akan aksi unjuk rasa siang ini dan titik kumpulnya di Pemda, diawali dengan shalat Jumat. Longmars sudah mulai start sekarang dan insha Allah jam 11 sudah standby," kata Sukmayana saat dihubungi, Jumat.

Sukmayana menyebut, estimasi peserta aksi berjumlah 20.000 buruh yang akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi penolakan omnibus law seperti yang dilakukan sebelumnya.

Baca juga: Alasan Bio Farma Ditunjuk CEPI untuk Produksi Vaksin Covid-19

Nantinya, unjuk rasa ini akan diawali dengan shalat Jumat berjemaah dan dilanjutkan doa bersama di titik kumpul aksi yang dipusatkan di Pemda Kabupaten Bogor.

Pada Jumat siang, aksi unjuk rasa akan dimulai dengan orasi aspirasi para buruh.

Selanjutnya, meminta Bupati Bogor Ade Yasin hadir di lokasi dan menyampaikan penolakan terhadap omnibus law.

"Kami tidak bisa menjamin aksi berjalan damai tanpa kekerasan. Tetapi kita akan usahakan agar aksi bisa dilakukan tanpa anarkis dan tetap mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru," kata dia.

Baca juga: Pemuda yang Ditangkap Saat Demo di Sukabumi Diduga Alami Gangguan Jiwa

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, sudah ada konfirmasi soal kehadiran para buruh untuk berunjuk rasa.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan sebelumnya dengan perwakilan buruh.

Ade mengatakan bahwa inti pertemuan dengan serikat pekerja itu tentang aspirasi penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh.

"Sudah didiskusikan dan Pemkab Bogor juga mendukung terhadap penolakan regulasi yang baru disahkan, apabila memang dipandang terlalu memberatkan," kata Ade dalam keterangan tertulis.

Ade meminta agar para buruh menjamin kondusifitas, karena ia akan turut menyampaikan aspirasi para buruh ke pemerintah pusat.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada para buruh dan polisi yang sudah bersama-sama kompak menjadikan Kabupaten Bogor tetap kondusif selama demonstrasi dilakukan.

"Idealisme para pekerja yang tinggi rupanya mampu menjaga kondusifitas wilayah. Kami Pemkab Bogor berterima kasih sebesar-besarnya," ujar Ade.

Ade juga berharap para buruh tetap menjaga protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 dari demo buruh.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com