Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JNK Diminta Desain Ulang Tugu Mirip Palu Arit di Tol Madiun

Kompas.com - 11/02/2020, 10:46 WIB
Muhlis Al Alawi,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

MADIUN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Madiun meminta PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) merancang ulang tugu yang disebut mirip lambang palu arit yang sempat viral.

"Apa pun simbol atau lambang, jangan sampai keberadaan tugu itu menimbulkan kegaduhan. Untuk itu seyogyanya disesuaikan agar tidak menimbulkan kegaduhan dan tidak menjadi kontraproduktif," ujar Kepala Kesbangpoldagri Kabupaten Madiun Sigit Budiarto kepada Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Baca juga: Ikon Perusahaan Dituding Mirip Palu-Arit, Ini Penjelasan JNK

Sigit mengatakan desain ulang tugu itu menjadi kewenangan PT JNK. Pemkab berharap rancangan baru bisa mencerminkan ciri Kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat Indonesia.

"Sehingga bisa mengubah pandangan tugu itu tidak lagi menyerupai lambang partai terlarang," kata Sigit.

Sigit menyebut, pertemuan antara kelompok yang memprotes tugu tersebut dengan perwakilan PT JNK, bersama Polri dan TNI, telah dilakukan pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, seluruh pihak sepakat mencari solusi karena berdasarkan sejarah Kabupaten Madiun merupakan korban kekejaman PKI.

Pemkab Madiun, kata dia, terus berupaya mengubah stigma masyarakat yang menyebut wilayah itu sebagai basis PKI.

Sebelumnya, PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) membantah tugu tersebut mirip lambang palu arit. Direktur Utama PT JNK Dwi Winarsa mengatakan tugu itu menyerupai lambang PT JNK.

Baca juga: Menyelisik Sejarah Chung Hua School Jember, Sekolah Arsitek RS Khusus Corona

Pembangunan tugu itu berfungsi sebagai branding perusahaan, sekaligus penanda bagi pemakai jalan yang belum mengetahui akses Gerbang Tol Madiun.

Menurut Dwi, PT JNK resmi menyandang nama baru yang sebelumnya PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) sejak 9 Mei 2018.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com