Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Perobekan Al Quran di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Jalani Tes Kejiwaan

Kompas.com - 20/12/2019, 17:40 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Polisi mengamankan E (33), pria Tasikmalaya karena telah merobek Al Quran. Peristiwa terungkap setelah rekaman video memperlihatkan seseorang sedang memunguti sobekan Al Quran yang tercecer, viral di media sosial.

Video tersebut diketahui diambil di Jalan Galunggung, Tasikmalaya pada Kamis (19/12/2019) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan E ditangkap setelah polisi memeriksa empat saksi.

Ia menyebut pelaku penyobekan Al Quran tidak bekerja dan beragama islam.

 

Ambil Al Quran di masjid

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi kepada Kompas.com mengatakan bahwa E mengaku mengambil Al Quran tersebut dari salah satu masjid dan membawa Al Quran tersebut pulang.

E kemudian mengambil bagian tengah Al-quran dan berencana menyalin tulisan ke kertas. Karena merasa lelah, E kemudian menyobek lembaran Al Quran yang telah dia ambil.

"Pelaku karena merasa lelah menulis, kemudian lembaran yang telah diambil tersebut dilipat-lipat lalu disobek dan sebagian dibuang dengan cara melemparkan ke luar jendela," tutur Rudy.

Sobekan tersebut yang kemudian ditemukan warga dan direkam hingga viral di media sosial.

 

Periksa kejiwaan

Irjen Rudy Sufahriadi, Kapolda Jawa Barat mengatakan polisi akan memeriksa kejiwaan E, pelaku perobekan Al Quran.

"Ini kita periksa dulu (kejiwaan), belum bisa kita simpulkan, setelah itu hasil pemeriksaan apa, baru kapolres yang akan sampaikan," kata Rudy Sufahriadi di Mapolrestabes Bandung, Kamis (19/12/2019).

Ia juga meminta agar masyarakat tetap tenang.

"Pelaku sudah tertangkap kita sedang dalami lebih lanjut. Serahkan semuanya ke pihak kepolisian dan enggak usah bereaksi apa-apa," kata dia.

Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu buah Al Quran dan 3 kantong kresek berisi robekan Al Quran.

E dikenai Pasal 156 dan terancam hukuman paling lama lima tahun penjara.

SUMBER: KOMASP.com (Penulis: Agie Permadi | Editor: Dony Aprian)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com