Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi Rp 300 Miliar di Malang Terganjal, Lotte Grosir Bersurat ke Jokowi

Kompas.com - 19/11/2019, 16:17 WIB
Andi Hartik,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - PT Lotte Grosir Indonesia mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo terkait investasi senilai Rp 300 miliar yang terganjal perizinan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Perusahaan penanaman modal asing (PMA) itu meminta kebijaksanaan Presiden Jokowi, karena investasinya terganjal peraturan daerah (Perda) yang berlaku di Kabupaten Malang.

Padahal, Presiden Jokowi telah meminta penyederhanaan peraturan, terutama peraturan yang menghambat investasi.

Perwakilan PT Lotte Grosir Indonesia Punto Wijoyo mengatakan, pihaknya berencana untuk membangun pusat grosir di Jalan Raya Mondoroko, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Baca juga: Menteri Sofyan: Mafia Tanah di Banten Hambat Investasi Lotte Rp 50 Triliun

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya mulai memproses perizinan dengan mengajukan nomor induk berusaha (NIB) pada 31 Agustus 2018.

Kemudian, pada 27 September 2018, pihaknya mengajukan informasi pemanfaatan lahan kepada Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang dan disetujui bahwa lahan seluas 18.700 meter persegi itu bisa dimanfaatkan untuk pusat grosir.

Pada 14 Maret 2019, PT Lotte Grosir melakukan sosialisasi kepada warga setempat.

Kemudian, pada 22 Maret 2019, perusahaan PMA itu mengajukan perizinan secara online melalui Online Single Submission (OSS).

Saat itu juga, PT Lotte Grosir mengajukan pertimbangan teknis kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait dengan lahan yang akan ditempati.

Pada 23 April 2019, Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang mengeluarkan izin lokasi pembangunan.

Analisis mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas (Amdal Lalin) juga sudah keluar pada 8 Mei 2019.

Namun, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) mengembalikan berkas perizinan tersebut dan menyatakan berkas itu tidak dapat diproses.

"Alasannya, karena terlalu dekat dengan pasar tradisional. Padahal, sesuai Perda, jaraknya sudah tidak ada masalah," kata Punto di Kota Malang, Selasa (19/11/2019).

Punto mengatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional serta Penataan dan Pengendalian Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, jarak pendirian toko modern dengan pasar tradisional 1.500 meter.

Sedangkan, lokasi pendirian Lotte Grosir dengan Pasar Singosari yang merupakan pasar tradisional berjarak 1.900 meter.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com