Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Data Populasi Komodo di NTT hingga 2018

Kompas.com - 03/02/2019, 09:13 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Caroline Damanik

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Populasi satwa komodo di Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga tahun 2018 tercatat berjumlah 2.897 ekor.

Staf Teknis Pengendali Ekosistem Hutan, TNK, Yunias Jackson Benu, mengatakan, populasi komodo tersebut cenderung normal dan stabil dalam empat tahun terakhir ini.

"Setiap tahun, kami lakukan kegiatan monitoring populasi satwa komodo di 10 lokasi atau plot pengamatan permanen," ucap Benu kepada Kompas.com, Sabtu (2/1/2019) malam.

Baca juga: Taman Nasional Komodo akan Ditata seperti Kepulauan Galapagos di Ekuador

Benu mengatakan, pada tahun 2014, komodo berjumlah 3.093 ekor, kemudian tahun 2015 sebanyak 3.012 ekor.

Pada tahun 2016, jumlahnya turun menjadi 2.430 ekor dan tahun 2017 naik kembali menjadi 2.884 ekor dan tahun 2018 sebanyak 2.897 ekor.

"Pada tahun 2016 populasi yang dihitung angkanya berkurang, karena kegiatan hanya dilakukan di 5 lokasi atau plot, yang seharusnya 10 lokasi," tuturnya.

Komodo tersebut tersebar di sejumlah pulau, seperti Pulau Komodo, Rinca, Padar, Gili Motang dan Nusa Kode. Alasan penghitungan pada lima lokasi, lanjut Benu, karena keterbatasan anggaran saat itu di seluruh kementerian.

"Sehingga saat dilakukan analisa data, berimbas pada jumlah total keseluruhan populasi komodo," ucapnya.

Baca juga: Ini Alasan Gubernur NTT Tutup Taman Nasional Komodo

Sedangkan untuk tahun 2019, kegiatan monitoring belum dilaksanakan sehingga pihaknya hanya bisa memberikan data hingga tahun 2018.

"Untuk data tahun 2019, akan kami berikan setelah kegiatan dilaksanakan serta data yang terkumpul telah dianalisis," imbuhnya.

Menurutnya, batas normal atau stabil populasi komodo di kawasan TNK berkisar antara 2.000 ekor hingga 2900 ekor.

"Jadi dapat dikatakan populasi komodo hingga tahun 2018, masih stabil atau normal," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com