Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/01/2019, 09:53 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menilai, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terampil dan memiliki peluang bekerja di luar negeri.

Selain terampil, para lulusan SMK juga punya etos kerja yang tinggi ketika bekerja di luar negeri.

“Tenaga kerja kita ke Jepang itu dinilai sangat bagus. Anak-anak kita terutama lulusan SMK itu tidak pernah komplain. Beda dengan Filipina yang kerap protes. Mental kerja anak kita tidak salah dengan yang lain,” kata Muhadjir, di Semarang, Jumat (4/1/2019) petang.

Muhadjir mengatakan, SMK punya peran untuk mempersiapkan anak didiknya menjadi tenaga kerja yang terampil.

Citra tenaga terampil itu juga meningkatkan nama baik Indonesia di mata negara lain.

“SMK punya misi kirim tenaga kerja yang miliki keterampilan. Jangan sampai reputasi kirim TKW kelas babu. Itu citranya jelek sekali,” lanjut dia.

“Sudah waktunya merombak citra itu. Jangan ekspor tenaga rumah tangga, tapi tenaga sudah terampil,” ujar Muhadjir.

Untuk menciptakan tenaga yang terampil, SMK dipersilakan untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sekolah diminta unutk mencari uang sendiri, dan Kemendikbud tidak ada meminta uang hasil BLUD.

Uang yang dicari seluruhya digunakan untuk membiayai kegiatan dan pengembangan sekolah.

“Saya minta Kadis realisasikan ini BLUD. Kalau perlu dengan konsep asrama atau boarding school. Dan siapkan lulusan jangan hanya dalam negeri, tapi go internasional. Tapi jangan kirim ke Taiwan, karena itu jadi masalah,” kata Muhadjir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com