Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Yaya Selamatkan Istri dan Anaknya yang Terperangkap Longsor

Kompas.com - 05/12/2018, 16:28 WIB
Agie Permadi,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Longsor yang terjadi di Kampung Nyalindung, Kelurahan Cidadap, Kecamatan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018), nyaris menimbun satu keluarga sore itu.

Yaya Suhaya (53) kaget bukan kepalang ketika tembok dan material longsor nyaris menimbun diri dan keluarganya.

Malam itu sekitar pukul 18.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang tak hentinya mengguyur Kota Bandung. Tiba-tiba suara gemuruh terdengar jelas di belakang rumahnya. Tebing setinggi enam meter dengan lebar lima meter yang berada tepat di belakang rumahnya itu tiba-tiba ambrol.

Material longsor itu kemudian menimpa tembok rumahnya dan menyebabkan tembok tersebut ikut rubuh nyaris menimpa satu keluarga yang saat itu tengah santai menonton televisi. Material tanah pun masuk menerobos ke dalam rumah.

"Saat kami sedang nonton TV, tiba-tiba tembok rumah rubuh, saya kaget langsung loncat, anak saya dan istri saya malah tertimpa lemari," kata Yaya di lokasi longsor, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Longsor Tutup Akses Jalan 2 Desa di Ciamis

Yaya yang terperangkap di kamarnya kemudian mencari jalan lain untuk menyelamatkan anak istrinya tersebut.

"Saya lalu nyari jalan lain, karena saya dan anak saya juga terperangkap. Saya lari lewat jalan belakang lalu menarik anak dan istri saya. Kalau saat itu saya tidak loncat mungkin saya sudah mati tertimbun," tuturnya.

Meski tidak ada korban dari kejadian ini, namun anak Yaya yang masih berusia 4,5 tahun mengalami trauma.

"Anak saya masih shock, tapi alhamdulilah tidak apa-apa," katanya.

Berharap bantuan

Yaya merupakan salah satu keluarga yang tinggal di daerah perbukitan di Kota Bandung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengimbau warga yang tinggal di daerah perbukitan untuk mewaspadai potensi longsor memasuki musim penghujan ini.

Terkait korban longsor, pemerintah daerah sudah melakukan assesment, namun belum memberikan bantuan kepada korban.

Saat ini, korban dan kerabatnya bahu membahu membersihkan material longsoran yang ambrol masuk ke rumahnya.

Yaya mengaku belum memiliki uang untuk memperbaiki rumahnya tersebut. Maklum, sebagai buruh tani, Yaya hanya mendapat upah Rp 125.000 per minggu.

Namun begitu, untuk menutupi rumahnya agar terhindar dari hujan dan tebing yang dikhawatirkan berpotensi longsor kembali, Yaya menutupinya dengan bahan seadanya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com