Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Video Oknum Dosen di Palopo Diduga Minta Uang Rp2.000 kepada Mahasiswa

Kompas.com - 08/09/2018, 13:59 WIB
Amran Amir,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

PALOPO, KOMPAS.com - Video oknum dosen di Universitas Cokroaminoto (UNCP) Palopo, Sulawesi Selatan, mempersoalkan uang Rp2.000 dan diduga memintanya kepada mahasiswa saat sedang mengajar dalam ruang kuliah, viral di sejumlah media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Dalam video tersebut suasana perkuliahan nampak tegang, oknum dosen sempat berdebat dengan mahasiswa lalu dosen menyuruh mahasiswa tersebut keluar dan menyuruh belajar pada rektor dan seniornya.

Sekarang, siapa yang mengajar, siapa yang punya aturan, kalau begitu kau pergi belajar sama rektor saja, keluar..., keluar kau pergi belajar saja sama seniormu,” kata oknum dosen tersebut dalam video.

Video yang berdurasi 1 menit 35 detik ini pertama kali diunggah oleh mahasiswa bernama Welly Paliling pada Jumat (07/9/2018) pukul 08.53 WITA melalui akun Facebook-nya.

Unggahan ini mendapatkan puluhan komentar, ratusan kali dibagi ulang, dan telah ditonton ribuan kali.

Video seorang oknum dosen di Palopo diduga meminta Rp2.000 kepada mahasiswanya viral. Kasus ini tengah diselidiki pihak kampus.Facebook Video seorang oknum dosen di Palopo diduga meminta Rp2.000 kepada mahasiswanya viral. Kasus ini tengah diselidiki pihak kampus.

Konfirmasi Kompas.com

Kompas.com mengonfirmasi video viral ini dengan menghubungi bagian humas UNCP, Hasbi, mengatakan, oknum dosen tersebut dan sejumlah mahasiswa tengah diproses oleh Komisi Disiplin (Komdis) kampus UNCP.

“Kasus mengenai uang Rp2.000 tersebut sedang diproses oleh Komisi Disiplin. Mereka juga sedang bekerja melakukan pemanggilan satu per satu kepada mahasiswa yang sudah diajar oleh Beliau. Hasil dari komisi disiplin akan kami sampaikan,” kata Hasbi saat dijumpai di ruangannya, Sabtu (8/9/2018).

Sementara itu, Rektor UNCP Prof Hanafie Mahtika mengatakan, oknum tersebut tengah diproses. Ia menegaskan, tak ada pungutan Rp2.000 dari kampus terhadap mahasiswa.

“Saya sudah turunkan komisi disiplin untuk memanggil yang bersangkutan untuk diklarifikasi. Terkait uang Rp2.000 itu tidak ada dalam aturan, dan saya baru dengar itu dosen minta uang,” ujar Prof Hanafie.

Salah seorang mahasiswa UNCP yang ditemui, Dewi, mengatakan, pengumpulan uang Rp2.000 hanya keinginan kelompok mahasiswa dalam satu tingkat.

“Uang Rp2.000 itu biasa dikumpul khusus untuk tingkat kami, itupun digunakan menghubungi dosen kami untuk menanyakan kesiapannya mengajar, karena kadang jadwal berubah karena sesuatu hal, termasuk ruangan. Juga kami gunakan kalau ada teman kami yang sakit, Jadi uang itu bukan untuk dosen.” kata Dewi.

Kompas TV Baik keluarga korban maupun sekolah sepakat untuk tidak menempuh jalur hukum.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com