Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ridwan Terima Paket yang Diduga Bom karena Tolak Beri Uang Tebusan

Kompas.com - 18/07/2018, 22:17 WIB
Raja Umar,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Ridwan, pemilik usaha tekstil dan pakaian di Pasar Aceh, Kota Banda Aceh, yang mendapat paket diduga bom di pekarangan rumahnya, mengaku sebelumnya ia sempat dihubungi oleh seseorang yang meminta uang tebusan untuk pengiriman paket barang.

Namun ia menolak permintaan pelaku karena tidak merasa ada pesanan paket barang.

“Tadi saya dihubungi oleh seseorang yang tidak saya ketahui. Saya diminta uang tebusan untuk pengiriman paket, tapi saya menolak memberikan uang lantaran memang saya tidak ada pesan paket barang,” kata Ridwan kepada wartawan, Rabu (18/07/18).

Ridwan mengatakan, karena ia menolak memberikan uang kepada orang yang menghubunginya melalui telepon seluler itu, pelaku sempat mengancam akan mengirimkan paket berisi bom.

“Tadi saya tolak mengirim uang, karena saya tida ada pesanan paket, kemudian pelaku mengirim pesan SMS ke saya memberitahukan paket bom sudah di rumahnya,” katanya.

Baca juga: Ada Benda Diduga Bom, Warga Banda Aceh Panik

Masih kata Ridwan, sebelum mengetahui ada benda yang diduga paket bom di pekarangan rumahnya, Ridwan dihubungi oleh istrinya yang berada di rumah.

Sang istri memberitahukan ada sebuah paket yang terbungkus dalam kota di pekarangan rumahnya yang tidak diketahui siapa pengantarnya.

“Setelah ditelepon oleh istri ada paket, saya langsung pulang ke rumah, saya bilang sama istri biar aja paket di situ jangan diambil dulu. Dalam perjalanan pulang kemudian saya mendapat SMS dari pelaku katanya paket bom sudah sampai di rumah saya,” katanya.

Karena melihat paket terbungkus dalam kotak di pekarangan rumahnya, Ridwan langsung memberitahukan keberadaan benda yang diduga bom tersebut untuk diamankan.

“Karena ada ancaman teror bom sebelumnya, makanya saya langsung lapor ke polisi,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas,com, dari lokasi rumah yang diduga mendapat paket bom tersebut, Tim Jibom, Gegana Polda Aceh langsung meledakkan benda yang diduga bom itu di lokasi.

Namun hingga kini, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait benda yang diduga bom yang ditemukan di halaman rumah Ridwan di Jalan Pari, Lamprit, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Kompas TV Aksi ledakan bom potasium di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ternyata memiliki motif pribadi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com