Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Obor Asian Games 2018 Akan Dikirab di Yogyakarta, Ini Rutenya

Kompas.com - 17/07/2018, 16:54 WIB
Wijaya Kusuma,
Caroline Damanik

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Obor Asian Games 2018 akan dikirab mengelilingi jalan-jalan di Kota Yogyakarta. Kirab Obor Asian Games 2018 di Kota Yogyakarta akan digelar pada 19 Juli 2018.

"Obor Asian Games akan dikirab keliling Yogyakarta," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DIY Sulistyo, Senin (16/7/2018).

Baca juga: Dibawa dari India, Begini Cara Menjaga Api Obor Asian Games 2018 Tetap Menyala

Rute kirab berawal dari Pagelaran Keraton-Titik Nol Km-Jalan Bhayangkara-Pasar Kembang ke Timur ke Teteg Malioboro masuk ke Jalan Malioboro dan kembali melewati Titik Nol.

Dari Titik Nol Km ke kiri melewati Jalan Senopati-Perempatan Gondomanan ke Selatan-Pojok Beteng Wetan-Pojok Beteng Kulon ke arah Utara-Ngabean-Ngampilan ke arah Barat-Samsat belok kanan-perempatan Pingit lalu ke Tugu Yogyakarta.

"Di Tugu Yogyakarta, Wali Kota akan menyerahkan obor ke Inasgoc dan melepasnya untuk dibawa ke Solo. Jam 11.00 WIB sudah harus diterima di Solo," ungkapnya.

Baca juga: Tiba di Yogyakarta, Api Obor Asian Games Dikawal 5 Pesawat Tempur

Sementara itu Torch Organaiser Relay Asian Games 2018, Virza Reskyana Indra menyampaikan untuk rute kirab Obor Asian Games 2018 di Yogyakarta akan menempuh jarak 11,5 km.

"Pelari yang akan membawa obor ada pelari-pelari perwakilan dari pemda, perwakilan atlit nasional, perwakilan dari sponsor. Bapak Kapolda DIY juga akan ikut berlari," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, api obor Asian Games 2018 yang diambil dari India pukul 08.00 WIB tiba di Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Baca juga: 7 Hadiah untuk Zohri, Sang Juara Dunia dari NTB

Hadir menyambut kedatangan api obor di Lanud Adisutjipto, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Erick Thohir selaku Ketua Inasgoc.

Api yang diambil dari India ini pada Rabu (18/7/2018) akan disatukan dengan api abadi dari dari Merapen, Jawa Tengah. Penyatuan dua api abadi ini akan dilakukan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di Candi Prambanan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com