Angin Kencang Terjang Lereng Merapi, Sejumlah Rumah Rusak, 1 Orang Terluka - Kompas.com

Angin Kencang Terjang Lereng Merapi, Sejumlah Rumah Rusak, 1 Orang Terluka

Kompas.com - 15/02/2018, 20:26 WIB
Rumah rusak akibat angin kencang di pemukiman lereng Gunung Merapi tepatnya di Dusun Candiduwur, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/2/2018) sore. KOMPAS.com/Ika Fitriana Rumah rusak akibat angin kencang di pemukiman lereng Gunung Merapi tepatnya di Dusun Candiduwur, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/2/2018) sore.

MAGELANG, KOMPAS.com - Angin kencang melanda kawasan permukiman di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Candiduwur, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (15/2/2018) sore.

Sejumlah rumah rusak dan seorang warga setempat bernama Taryono (55) terluka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 14.30 WIB. Saat itu, hampir semua wilayah di Kabupaten Magelang diguyur hujan lebat.

"Beberapa rumah rusak pada bagian atap, genteng-genteng berhamburan. Saat ini masih dalam pendataan jumlah pasti rumah yang rusak," ungkap Edi saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis sore.

Sementara itu, korban yang luka akibat tertimpa material yang roboh akibat diterjang angin. Saat ini, korban masih dalam perawatan intensif di RSA Muntilan.

"Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang hingga penutup akses jalan," imbuhnya.

Edi melanjutkan, selain angin kencang, hujan juga mengakibatkan tebing longsor di Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur, sekitar pukul 17.50 WIB.

Tebing yang longsor mencapai 10 meter, dengan tinggi meterial 8 meter dan tebal 4 meter. Material berupa tanah bercampur air itu menutup jalan penghubung Desa Giripurno dengan Ngadiharjo.

"Satu rumah milik warga atas nama Suroto (35) terancam terdampak longsor, rumah itu dihuni 3 orang jiwa," ucap Edi.

Menurut Edi, sampai Kamis malam ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur marata di seluruh wilayah Magelang. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada terutama yang tinggal di daerah rawan.

"Kenali dan pahami lingkungan sekitar, segera menuju tempat lebih aman jika terjadi ancaman, misalnya pergerakan tanah atau tanda lainnya," tutur Edi.


Komentar

Close Ads X