Banjir Bandang di Kabupaten Lebong, Dua Petani Meninggal Dunia - Kompas.com

Banjir Bandang di Kabupaten Lebong, Dua Petani Meninggal Dunia

Kompas.com - 14/02/2018, 23:26 WIB


BENGKULU, KOMPAS.com - Dua petani di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, yaitu Nurina (45), warga Kelurahan Mubai; dan Witoni (46), warga Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Lebong Atas, meninggal dunia akibat banjir bandang di Sungai Air Karat, Rabu (14/2/2018).

Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama Putra, melalui Kapolsek Lebong Selatan Iptu Teguh Ari Aji, membenarkan kejadian itu. Menurut keterangan Rodi (50), suami Nurina, kejadian itu sekitar pukul 16.30 WIB. Korban pulang dari sawah dan menyeberang sungai, tetapi tiba-tiba terjadi banjir bandang.

Rodi yang terlebih dahulu berhasil menyeberang sungai mengatakan, ia sempat melihat istrinya terpeleset ke sungai lalu terbawa arus ke aliran Sungai Air Karat. Witoni yang pada saat itu ingin menolong istri Rodi pun ikut terseret air yang tiba-tiba datang membesar.

"Rodi berusaha menolong, tapi air yang begitu besar membuat dua korban hilang terbawa arus air," kata Teguh, Rabu (14/2/2018).

Baca juga: Banjir di Pantura Semarang Tak Kunjung Surut, Wali Kota Minta Maaf

Sekitar pukul 18.30 WIB, warga dan tim Polsek Lebong Selatan menemukan Nurina beberapa kilometer dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

Berselang setengah jam kemudian, warga dan tim Polsek Lebong Selatan menemukan pula jasad Wintoni, sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kedua jenazah telah diserahkan ke rumah duka," ujar Teguh.

Dalam catatan masyarakat setempat, sejak 2016 tidak kurang dari 10 orang warga yang hanyut dan meninggal dunia dihantam banjir bandang. Belum diketahui secara pasti penyebab banjir bandang yang kerap datang tersebut.

Diduga aktivitas itu di hulu sungai berupa perusakan kawasan hutan merupakan pemicu terjadinya banjir bandang.

Baca juga: Banjir Musiman di Demak, Ribuan Rumah Warga Terendam Air

 


Komentar

Close Ads X