Ironis, Oknum Karyawan Perhutani Dalangi Kasus Pencurian Kayu di Grobogan - Kompas.com

Ironis, Oknum Karyawan Perhutani Dalangi Kasus Pencurian Kayu di Grobogan

Pihak KPH Gundih, Kabupaten Grobogan, menunjukkan ratusan batang kayu mahoni hasil pencurian? oknum mandor KPH Gundih di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Monggot, Geyer, Grobogan, Jumat (9/2/2018).KOMPAS.com/Puthut Dwi Putranto Pihak KPH Gundih, Kabupaten Grobogan, menunjukkan ratusan batang kayu mahoni hasil pencurian? oknum mandor KPH Gundih di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Monggot, Geyer, Grobogan, Jumat (9/2/2018).


GROBOGAN, KOMPAS.com - Petugas Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Gundih, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, membongkar kasus pencurian kayu mahoni di wilayah hukumnya.

Ironisnya, pelaku yang menjadi dalang praktik perusakan kawasan hutan tersebut merupakan oknum karyawan Perhutani yang sudah bekerja hampir 19 tahun.

Pelaku yaitu Agus Purnomo (37), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Grobogan, tercatat berprofesi sebagai Mandor Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Coyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panunggalan, KPH Gundih.

Administratur KPH Gundih, Sudaryana, menerangkan, pengungkapan kasus pembalakan liar tersebut bermula dari kecurigaan masyarakat dengan aktivitas bongkar muat kayu yang diangkut beberapa truk di suatu rumah di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Grobogan.

Selanjutnya, petugas KPH Gundih berupaya menelusuri laporan dari masyarakat tersebut.

Baca juga: Hadang Truk, Perhutani Gagalkan Pencurian Kayu Jati

"Setelah kami pastikan jika kayu-kayu itu hasil penebangan liar di kawasan hutan, beberapa hari lalu kami bergerak untuk menggeledah seisi rumah dengan menggandeng pihak kepolisian. Ternyata benar, kayu itu hasil illegal logging. Kayu-kayu itu ditumpuk di dalam rumah," kata Sudaryana saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Jumat (9/2/2018).

Sudaryana menjelaskan, hasil keterangan dari pemilik rumah, yaitu Ladi (48), ratusan batang kayu ilegal tersebut adalah titipan kerabatnya yang belakangan diketahui merupakan karyawan Perhutani.

Kayu-kayu tersebut telah digergaji sedemikian rupa sebagai material pelengkap untuk konstruksi bangunan rumah.

Total jumlah kayu tak berizin tersebut sekitar 347 batang kecil dengan ukuran panjang mulai dari 3 meter hingga 7 meter.

"Kerugian belasan juta. Kayu akan digunakan untuk melengkapi bangunan rumah. Pelaku itu berencana membangun rumah. Pelaku kemudian kami serahkan kepada polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi setiap karyawan Perhutani karena kami tidak tebang pilih terhadap para perusak hutan," ujar Sudaryana.

Baca juga: Polres Nias Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kayu Ilegal

Kepala Perhutani Divisi Regional Jateng Adi Pradana menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus ini kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Grobogan.

"Kami menghormati hukum. Ditunggu saja prosesnya, kalau terbukti mencuri kayu di hutan tetap harus ditindak. Untuk sanksi perusahaan, masih menunggu proses penyidikan dari pihak kepolisian serta keputusan dari pihak pengadilan," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyampaikan, pelaku melanggar Pasal 83 dan Pasal 87 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan.

"Kasus ini masih kami dalami. Apakah ada keterlibatan pelaku lain, masih dalam penyidikan," kata Maryoto.

Kompas TV Petugas KLHK Riau Gerebek Gudang Kayu Ilegal


Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X