Tak Ada Bangku Sekolah, Siswa SD di Perbatasan Nunukan Belajar di Lantai - Kompas.com

Tak Ada Bangku Sekolah, Siswa SD di Perbatasan Nunukan Belajar di Lantai

Kompas.com - 07/02/2018, 17:54 WIB
Sejumlah siswa SD 003 Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, terpaksa belajar melantai karena tidak ada bangku pasca sekolah mereka terbakar pada awal 2017. 4 ruang kelas baru yang mereka tempati saat ini pun merupakan bantuan dari perusahaan sawit yang berada di daerah tersebut.Kompas.com/Sukoco Sejumlah siswa SD 003 Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, terpaksa belajar melantai karena tidak ada bangku pasca sekolah mereka terbakar pada awal 2017. 4 ruang kelas baru yang mereka tempati saat ini pun merupakan bantuan dari perusahaan sawit yang berada di daerah tersebut.

NUNUKAN, KOMPAS.com - Siti Nur Marsya, siswa kelas III, bersama teman-temannya di SD 003 di Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (7/2/2018) siang, terlihat asyik menyalin pelajaran dari diktat.

Sesekali dia membetulkan letak bukunya yang terjatuh dari dingklik, bangku kecil yang biasanya untuk duduk. Sementara teman-teman lainnya memilih mencatat beralaskan lantai keramik sambil selonjor.

Setahun terakhir, siswa SD yang kebanyakan anak para buruh itu mengaku terpaksa belajar di lantai karena tidak ada bangku di bangunan sekolah yang baru setahun ditempati itu.

“Capek belajar melantai. Sekolah lama terbakar, sekarang belajar tidak pakai bangku,“ ujar Siti, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: Besok Anak Sekolah, tetapi Seragamnya Habis Kebakar Semua

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Nunukan Andi Krislina mengatakan, empat ruang belajar di SD 003 Seimenggaris yang tidak memiliki bangku merupakan ruang yang dibangun oleh suatu perusahaan di daerah tersebut setelah terbakar pada Maret 2017.

Sayangnya, pengadaan mebel yang dilakukan oleh perusahaan itu hanya 20 bangku. Dengan demikian, sampai saat ini siswa yang menempati empat ruang kelas tersebut belajar melantai.

”Untuk sekolah mengonfirmasi ke PT PEL, tapi hanya ada 20 bangku, akhirnya mereka belajar melantai,” kata Andi Krislina.

Sejumlah anggota DPRD Nunukan yang saat itu sedang melaksanakan Musrenbang tak jauh dari sekolah tersebut akhirnya berinisiatif untuk urunan menyediakan meja dan kursi agar siswa SD 003 Seimenggaris bisa belajar di bangku.

Sebab, menurut mereka, kalau menunggu pengadaan melalui APBD maka akan memakan waktu lama.

“Kalau nunggu pengadaan lama lagi. Kami urunan, Pak Ketua Dewan nyumbang kursi, ada yang papan tulis, ada yang meja. Kami masih bicarakan berapa jumlah kebutuhannya,” imbuh Andi.

Baca juga: Sekolah Rusak, Bocor Setiap Hujan, tetapi Belajar Jalan Terus

Sebelumnya, DPRD Nunukan menyoroti langkah Dinas Pendidikan yang melakukan pengadaan seragam sekolah bagi siswa SD senilai hampir Rp 3 miliar di tengah masih banyaknya kebutuhan lain, seperti bangku sekolah.

Salah satu penyebab molornya pembahasan RAPBD Kabupaten Nunukan tahun 2018 adalah alotnya pembahasan pengadaan seragam sekolah yang kembali masuk APBD tahun 2018.


Kompas TV Setengah bangunan di sekolah ini rusak yang mengakibatkan proses belajar mengajar menjadi kurang maksimal.

Komentar

Close Ads X