Polisi Tak Temukan Unsur Pidana dalam Video Dugaan Pelecehan Turis di Bali - Kompas.com

Polisi Tak Temukan Unsur Pidana dalam Video Dugaan Pelecehan Turis di Bali

Kompas.com - 06/02/2018, 19:50 WIB
Kapolsek Kuta Kompol I nyoman Wirajaya (tengah) saat mberikan keterangan pers mengenai penyelidikan video dugaan pelecehan terhadap warga Slandia baru yang sepat viral di media sosial Kompas.com/Robinson Gamar Kapolsek Kuta Kompol I nyoman Wirajaya (tengah) saat mberikan keterangan pers mengenai penyelidikan video dugaan pelecehan terhadap warga Slandia baru yang sepat viral di media sosial

DENPASAR, KOMPAS.com — Aparat Polsek Kuta bergerak cepat untuk mengungkap video dugaan pelecehan terhadap wisatawan Selandia Baru yang sempat viral. Polisi kemudian memeriksa ARD, pria yang dianggap melakukan pelecehan.

Kapolsek Kuta Komisaris I Nyoman Wirajaya mengatakan, berdasarkan pemeriksaan polisi tidak ditemukan adanya unsur pelecehan dalam video tersebut.

“Ucapan itu tak ada dalam video, sudah diperiksa secara berulang-ulang. Dari hasil pemeriksaan belum ditemukan adanya unsur tindakan pidana dalam video tersebut,” kata Wirajaya pada Selasa (6/2/2018) di Mapolsek Kuta.

Video dugaan pelecehan terhadap wisatawan asal Manucau City, Selandia Baru, Aneta Barker, viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (31/1/2018) lalu.

Baker mengunggah video pembicaraan antara dirinya dan salah satu staf hotel di akun Facebook miliknya pada Jumat (2/2/2018) lalu.

Video tersebut kemudian menjadi viral dan mendapat reaksi beragam dari warganet. Polisi kemudian memeriksa tiga orang saksi.

Baca juga: Viral, Video Tamu Diduga Alami Pelecehan Seksual di Hotel di Bali

Dari pemeriksaan terhadap saksi, polisi kemudian menahan dan memeriksa ADR (25), staf hotel yang diduga melakukan pelecehan pada Senin (5/2/2018).

Menurut Wirajaya, setelah polisi melakukan pemeriksaan, ARD memang mengakui telah mengucapkan kata “blowjob” sebelum Baker merekam obrolan keduanya. Namun, konteks ucapan tersebut adalah candaan.

Obrolan antara keduanya terjadi di lobi hotel. Bermula dari Baker yang ingin meminta pengembalian uang (refund) sebagian bayaran hotel, tetapi tidak dapat dilayani pihak hotel.

Dalam obrolan tersebut, staf hotel diduga mengucapkan kata-kata yang dianggap Baker sebagai pelecehan. Polisi langsung melakukan penyelidikan begitu video dugaan pelecehan tersebut viral di media sosial.

“Manajemen hotel cukup kooperatif, staf yang diduga melakukan pelecehan juga sangat kooperatif kepada polisi,” kata Wirajaya.

Baca juga: Video Dugaan Pelecehan Tamu di Bali Viral, Polisi Tahan Staf Hotel

Polisi belum menetapkan ARD sebagai tersangka. Menurut Wirajaya, kasus ini bisa diungkapkan secara tuntas jika pihak yang mengaku sebagai korban dapat dimintai keterangan. Sementara Baker telah kembali ke negaranya.

ARD kemudian oleh polisi hanya dikenai wajib lapor. Selain itu, oleh manajemen hotel, ARD telah diberhentikan atas tindakannya tersebut.

“Dia sudah mendapat sanksi diberhentikan oleh pihak hotel,” kata Wirajaya.

Kompas TV Seorang perawat di Pematang Siantar, Sumatera Utara, melaporkan supervisor rumah sakit atas tuduhan tindakan pelecehan.


EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X