Amih, Ibu yang Tak Henti Digugat Anak Kandungnya - Kompas.com

Amih, Ibu yang Tak Henti Digugat Anak Kandungnya

Kompas.com - 15/01/2018, 09:13 WIB
Siti Rokayah (85) alias Amih ibu yang digugat anak Rp 1,8 miliar saat berada di rumah anak bungsunya Leni di Muara Sanding, Kabupaten Garut, Kamis (30/3/2017).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Siti Rokayah (85) alias Amih ibu yang digugat anak Rp 1,8 miliar saat berada di rumah anak bungsunya Leni di Muara Sanding, Kabupaten Garut, Kamis (30/3/2017).


KISAH Siti Rokayah (85) atau Amih yang digugat anak kandungnya sebesar Rp 1,8 miliar sempat heboh dan menjadi pemberitaan media pada April 2017 lalu. (Baca perkembangan beritanya dalam topik Anak Gugat Ibu Rp 1,8 Miliar.)

Tak banyak yang tahu, kasus tersebut ternyata belum berhenti, malah berkembang menjadi lebih buruk.

Yani Suryani, anak kandung Amih, besama suaminya, Handoyo Adianto, menggugat utang yang diberikan kepada Amih pada 2001 silam sebesar Rp 20 juta. Menurut mereka, jika dikonversi dengan harga emas, utang itu nilainya telah menjadi Rp 1,8 miliar.

Nyaris tak diangkat media

Media hanya mengikuti kasus ini di tingkat Pengadilan Negeri Garut yang menolak seluruh permohonan gugatan Handoyo Adianto  yang menagih utang kepada Amih dengan Jaminan rumah satu–satunya milik sang Ibu, di Garut, Jawa Barat. (Baca: Anak Gugat Ibunya Rp 1,8 Miliar, Hakim Akhirnya Menangkan Sang Ibu)

Begitu gugatan ini ditolak Majelis Hakim yang dipimpin Endratno Rajamai, nyaris tak ada lagi pemberitaan media atas kasus ini karena dianggap sudah selesai.

Tak ada yang menyangka, kasus ini ternyata terus berjalan. Handoyo Adianto bersama istrinya naik banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Handoyo tidak menerima kekalahan di pengadilan tingkat pertama. Ia menganggap uang tersebut adalah bagian dari haknya.

Selanjutnya, Pengadilan Tinggi Jawa Barat juga menolak seluruh gugatannya pada Desember 2017.  Handoyo tak menyerah. Pada bulan yang sama ia mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.  Persidangan tingkat kasasi tengah berjalan.

Handoyo seolah masih ingin memiliki satu-satunya rumah milik Amih.

Tak rela sampai kapanpun

Progam Aiman Spesial yang akan tayang pada Senin (15/1/2017) pukul 20.00 akan mendatangkan Amih. Kepada Aiman, Amih mengaku meskipun ia telah dikecewakan oleh anak kandung dan menantunya itu, tak pernah ia sekalipun mendoakan hal yang buruk kepada keduanya.

Ia hanya tak rela jika rumah satu-satunya yang akan ia tinggalkan selamanya itu hanya akan dimiliki oleh satu orang anaknya. Amih ingin rumah itu dibagi waris kepada semua anaknya yang jumlahnya 13 orang, terutama kepada mereka yang masih mengontrak dan belum memiliki rumah.

Setelah kematian suaminya, selama 40 tahun Amih membesarkan 13 anaknya seorang diri.

Amih yang menghadiri persidangan langsung disalami Eef Rusdiana anaknya begitu hakim memutuskan menolak semua gugatan terhadap Amih dalam sidang putusan Rabu (14/6/2017)Kompas.com/Ari Maulana Karang Amih yang menghadiri persidangan langsung disalami Eef Rusdiana anaknya begitu hakim memutuskan menolak semua gugatan terhadap Amih dalam sidang putusan Rabu (14/6/2017)

Handoyo laporkan 6 keluarganya

Kisah gugatan Handoyo dan Yani ternyata tak hanya ditujukan kepada Amih. Keduanya juga melaporkan enam saudaranya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Informasi ini saya dapatkan dari Eep Rusdiana, salah seorang anak Amih.

Handoyo melaporkan empat anak Amih dan dua orang menantu Amih. Pelaporan ini dilakukan di Polres Jakarta Timur.

Sayang, kesempatan wawancara yang diajukan tim Aiman kepada Handoyo dan Yani atas kasus ini, tak berbalas.

Dalam acara Aiman Spesial yang akan tayang malam ini  saya mengajak ratusan penonton di studio untuk melakukan investigasi bersama

Ada Risma di Aiman Spesial

Tak hanya Amih, episode Aiman juga menghadirkan narasumber lainnya yaitu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam topik Risma, Pilkada, dan Surabaya.

Risma menjawab pertanyaan-pertanyaan saya seputar riuh rendah Pilkada Jawa Timur yang sempat menyebut-nyebut namanya menjadi kandidat bakal calon wakil gubernur Jawa Timur bersama Syaefulah Yusuf yang maju sebagai bakal calon gubernur.

Aiman Spesial kali ini juga menghadirkan ratusan pemirsa setia program Aiman di KompasTV. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia secara sukarela.

O iya, soal Risma, akan ada kejutan. Jangan sampai Anda melewatkannya nanti malam.

Saya Aiman Witjaksono,

Salam.

Kompas TV Handoyo: Kami Paling Sayang Sama Amih


EditorHeru Margianto
Komentar

Terkini Lainnya

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Alasan Penggalangan Dana Kampanye Ridwan Kamil Diadakan di Jakarta

Megapolitan
Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal  Win Long BH 2998

Andro Si K9 Milik Bea Cukai Kelelahan Mengendus Kapal Win Long BH 2998

Regional
Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Diduga Terima Suap dari Calon Bupati, Ketua Panwaslu dan Anggota KPU Ditangkap

Regional
'Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres'

"Megawati Rombak Tradisi Ketum Partai Otomatis Capres"

Nasional
India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

India Wacanakan Layanan Bedah Plastik Gratis bagi Warga Miskin

Internasional
Indonesia Mini di 'Kampus Toleransi' Salatiga

Indonesia Mini di "Kampus Toleransi" Salatiga

Regional
Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Buka Festival Shalawat, Jokowi Ajak Umat Jaga Kedamaian di Tahun Politik

Regional
Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Megapolitan
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional

Close Ads X