13 Desa Dilanda Banjir, Bupati Bima Usulkan Normalisasi Sungai - Kompas.com

13 Desa Dilanda Banjir, Bupati Bima Usulkan Normalisasi Sungai

Kontributor Bima, Syarifudin
Kompas.com - 14/01/2018, 15:58 WIB
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri saat meninjau lokasi banjir, Minggu (14/01/2018)KOMPAS.com/Syarifudin Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri saat meninjau lokasi banjir, Minggu (14/01/2018)

BIMA, KOMPAS.com - Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri menilai normalisasi sungai di beberapa wilayah adalah kebutuhan mendesak.

Hal itu disampaikan menyusul bencana banjir bandang yang melanda 13 desa di Kabupaten Bima, Sabtu malam (13/01/2018).

“Karena kondisi darurat, bupati langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk segera mengambil langkah guna meminimalisir dampak bencana banjir,” kata Kasubag Pemberitaan Humas Pemda Bima, Ruslan SSos kepada wartawan, Minggu (14/1/2018).

Ruslan mengatakan, Bupati Indah sudah mengusulkan ke Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan normalisasi sungai.

Permintaan itu setelah Bupati memastikan kondisi alur sungai saat meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang.

Salah satu lokasi yang ditinjau Bupati adalah sungai di sepanjang Desa Ngali dan Desa Soki, Kecamatan Belo.

Baca juga : Belasan Desa di Bima Banjir, Ratusan Orang Mengungsi

Sungai di wilayah itu diduga menjadi salah satu penyebab banjir yang meluap ke permukiman padat penduduk dan merusak lahan pertanian serta fasilitas umum, Sabtu kemarin.

“Kondisi sungai di wilayah Belo sangat mendesak, perlu diperlebar lagi. Jika tidak dinormalisasi, air akan meluap dan menyebabkan banjir masuk ke rumah-rumah penduduk,” jelas Ruslan.

Selain meninjau alur sungai, Bupati Indah bersama rombongan juga mengunjugi warga untuk memastikan kebutuhan bagi korban bencana banjir di 13 Desa.

“Bupati sudah menginstruksikan BPBD dan Dinas Sosial untuk membantu korban. Kemudian mendata kerusakan supaya segera ditindaklanjuti. Sementara kebutuhan logistik bagi korban banjir harus terpenuhi,” kata Ruslan.

Baca juga : Sejumlah Desa di Bima Dilanda Banjir

Mengingat kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bima telah menetapkan status siaga darurat bencana seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung hingga Maret 2018.

Untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, Pemerintah mengaktifkan posko siaga bencana di kantor BPBD.

Kompas TV Selain tingginya curah hujan, banjir juga dipicu luapan Sungai Kerto yang mengalami pendangkalan.

PenulisKontributor Bima, Syarifudin
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM