Melestarikan Desa Berusia Ratusan Tahun di Kabupaten Bandung - Kompas.com

Melestarikan Desa Berusia Ratusan Tahun di Kabupaten Bandung

Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Kompas.com - 14/01/2018, 15:24 WIB
Calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, menggelar pentas seni di acara Harlah desa bersejarah di Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/1/2018) malam. KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA Calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, menggelar pentas seni di acara Harlah desa bersejarah di Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/1/2018) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat asal Partai Golkar dan Demokrat, Dedi Mulyadi, mengisi acara hari lahir ke-135 tahun desa bersejarah di Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/1/2018) malam.

Dedi mengatakan, melalui pagelaran seni yang dipimpinnya diharapkan menjadi salah satu upaya melestarikan sebuah desa yang memiliki nilai sejarah peradaban kebudayaan di Tatar Sunda.

Desa ini sudah berdiri sejak tahun 1883 silam, dan terdapat situs Batu Cula serta wilayah hulu Sungai Citarum yang disinyalisasi sebagai bukti sejarah berdirinya sebuah kerajaan.

"Saya sebagai kepala desa yang ke-20, sangat berterima kasih pada Kang Dedi yang telah hadir ke 'milangkala' desa kami yang ke-135. Banyak masyarakat yang hadir ke acara Kang Dedi dan berharap desa kami lebih dikenal sebagai salah satu desa sejarah," jelas Kepala Desa Gunung Leutik, Agus Hamdani, di lokasi acara pagelaran seni, malam tadi.

Baca juga : Kerukunan di Desa Keberagaman, Tempat Ibadah Berdekatan dan Pernikahan Beda Agama Sudah Biasa

Di lokasi sama, Bupati Bandung Dadang Naser menambahkan, warga desa di sini sangat mendukung Dedi Mulyadi untuk menjadi wakil gubernur Jabar. Bahkan, warga di beberapa pelosok desa pun telah banyak yang mengundang grup seni Dedi Mulyadi untuk bisa tampil di acara lainnya.

"Kami dukung Kang Dedi dan siap memenangkan, tidak hanya dari Desa Gunung Leutik saja. Kalau acara ini murni pagelaran seni, tapi para warga sudah tahu kalau Kang Dedi salah satu kandidat di Pilgub Jabar dan memberikan dukungan," kata dia.

Diminta tanggapan atas spontanitas dukungan warga saat acara pagelaran seninya, Dedi hanya mengucapkan terima kasih kepada warga yang mempercayainya maju di Pilkada Jabar.

Dedi pun mengajak semua warga yang hadir untuk selalu peduli terhadap lokasi bersejarah dan melestarikannya. Selain itu, perlunya menjaga lingkungan sekitar yang menjadi urat nadi kehidupan di Jawa Barat. Salah satunya adalah Sungai Citarum sebagai sungai terbesar di Jabar yang harus dijaga kebersihannya.

"Saya ucapkan terima kasih. Sekarang penting sekali menjaga warisan budaya dan lingkungan di Jabar. Seperti salah satunya Sungai Citarum yang hulunya berada di Kabupaten Bandung, makanya jika tanpa Kabupaten Bandung, tak akan ada Purwakarta, Karawang, karena daerah tersebut dialiri Sungai Citarum," kata Dedi.

Baca juga : Belasan Desa di Bima Banjir, Ratusan Orang Mengungsi

Salah satu langkahnya sebagai kandidat jika terpilih nanti, Dedi bersama pasangannya, calon gubernur Deddy Mizwar, mengatakan akan melakukan penanganan khusus demi kelestarian Sungai Citarum. Salah satunya, menata sungai ini dengan pendekatan pariwisata.

"Dengan APBD Provinsi Jabar senilai 35 triliun rupiah, warga sekitar sungai bisa dijadikan tenaga harian lepas. Selain itu, rumah-rumah di bantaran sungai bisa dijadikan tempat wisata," ucapnya.

Menurutnya, rumah-rumah di bantaran sungai tak boleh membelakangi Sungai Citarum karena nantinya bakal akan dijadikan tempat pembuangan sampah.

"Kalau tidak membelakangi, warga akan sama-sama menjaga sungai. Provinsi juga akan membantu pembangunannya," kata Dedi.

Kompas TV Deklarasi pasangan bakal Calon Gubernur dan bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat di pilkada 2018, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi digelar di Bandung.

PenulisKontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM