Tes Kesehatan Paslon Pilkada Lamandau dan Sukamara, Mobil Pelat Merah Tampak dalam Rombongan - Kompas.com

Tes Kesehatan Paslon Pilkada Lamandau dan Sukamara, Mobil Pelat Merah Tampak dalam Rombongan

Nugroho Budi Baskoro
Kompas.com - 13/01/2018, 09:59 WIB
Salah satu kendaraan dinas yang dipakai dalam rombongan pasangan bakal calon Pilkada Sukamara yang menjalani tes kesehatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Jumat (12/1/2018).Kompas.com/Budi Baskoro Salah satu kendaraan dinas yang dipakai dalam rombongan pasangan bakal calon Pilkada Sukamara yang menjalani tes kesehatan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Jumat (12/1/2018).

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Sejumlah mobil dinas berpelat merah terpantau ada dalam rombongan pasangan bakal calon (paslon) kepala daerah Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, pada hari pertama pemeriksaan kesehatan para paslon di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Jumat (12/1/2018).

Terlihat mobil berpelat nomor polisi KH 4 SU dan KH 5 SU yang berasal dari Kabupaten Sukamara. Dari Lamandau, terdapat mobil berpelat nomor polisi KH 1510 RU di halaman parkir RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Ketua Panwaslu Kabupaten Lamandau, Bedi Dahaban, yang hadir di Pangkalan Bun, memantau tahapan pemeriksaan kesehatan paslon, pun mengetahui adanya indikasi penggunaan fasilitas negara oleh paslon dalam tahapan pilkada ini.

"Ada. Kami akan selidiki dulu karena kami baru lihat mobilnya. Orangnya belum. Akan kami sinkronkan," ucap Bedi kepada Kompas.com di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Jumat (10/1/2018).

Bedi mengatakan, dalam kegiatan-kegiatan politik, pejabat negara dilarang menggunakan alat negara. "Ya seperti mobil dinas, walaupun yang bersangkutan belum berhenti. Tetapi, untuk kegiatan-kegiatan politik dilarang untuk memakai supaya memberi contoh kepada masyarakat. (Karena) ini salah satu kegiatan politik," ungkapnya.

Namun, Bedi mengaku, pihaknya belum bisa bertindak tegas terhadap dugaan penyalahgunaan fasilitas negara ini. "Sanksi belum ada karena belum ada legal standing, kekuatan hukum. Tetapi, secara moral dan etis tidak dibenarkan. Kalau sudah penetapan, sudah masuk ranah hukum. Kalau ini hanya teguran moral," ujarnya.

Baca juga: Seorang Camat Muda di Lamandau Pilih Mundur demi Ikut Pilkada

Ketua Panwaslu Kabupaten Sukamara, Irwansyah, pun mencium adanya indikasi pelanggaran ini. "Itu yang masih kami telusuri. Karena terus terang pada saat mereka keluar dari mobil, kami tidak memperhatikan. Ada urusan yang lain juga tadi. Sejauh ini mobil-mobil itu sudah kami foto," tuturnya.

"Cuma ini kami telusuri. Siapa tahu penggunaannya begini, mereka ini kan dilengkapi aparat dari kepolisian. Karena kami tadi ada dengar mobil pelat merah itu dipakai aparat kepolisian, tapi nanti akan kami telusuri dulu. Takutnya kami salah tuduh nanti," bebernya.

Sebanyak empat paslon mendaftarkan diri pada Pilkada Lamandau. Tiga pasangan diusung partai politik dan satu pasangan independen.

Ketiga pasangan yang diusung partai politik adalah Hendra Lesmana - Eko Porwanto (diusung Golkar, Nasdem, dan PPP), FX Perwiragato - Taufik Hidayat (PDI-P, Demokrat, Gerindra, Hanura, dan PKPI), dan Sata Umani - Karyadi (PAN dan PKB). Sementara itu, pasangan Taji Parwito - Gandhi Nuswantoro maju dari jalur independen.

Adapun di Kabupaten Sukamara terdapat tiga pasangan, yaitu Windu Subagio - Ahmadi (Golkar, PAN, dan Hanura), Ahmad Darsoni - Muhammad Yamin (Gerindra dan PKB), serta Mugeni - Damanhuri (PDI-P, Nasdem, dan PPP).

Kompas TV Setelah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Malang, 3 pasangan bakal calon, mengikuti sejumlah rangkaian pemeriksaan.

 

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNugroho Budi Baskoro
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM