Jalan ke Sekolah Terendam Banjir 1 Meter, Siswa SD Belajar di Masjid - Kompas.com

Jalan ke Sekolah Terendam Banjir 1 Meter, Siswa SD Belajar di Masjid

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 12/01/2018, 17:05 WIB
Genangan air di Dusun Jasem lor, Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta.KOMPAS.com/Markus Yuwono Genangan air di Dusun Jasem lor, Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang melanda Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (11/1/2017) malam, menyebabkan genangan di beberapa lokasi. Akibatnya, sejumlah lahan dan lokasi wisata terendam air.

Dari pantauan Kompas.com jalan penghubung Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, tidak dapat dilalui akibat genangan air setinggi 0,5-1 meter. Genangan berasal dari Telaga Sureng yang meluap akibat hujan.

Selain itu, Telaga Jonge yang ada di Kecamatan Semanu juga meluap. Akses jalan yang tidak dapat dilalui membuat puluhan siswa SD Negeri Jasem dialihkan belajar di Masjid Al Islam, Desa Pacarejo.

"Hujan mulai sekitar pukul 18.00 WIB dan baru reda dini hari. Ketinggian di Telaga Sureng semula masih normal, baru tengah malam meluap dan banjir," ujar warga Dusun Jasem, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Warjito, Jumat (12/1/2017).

(Baca juga : Banjir Setinggi Pinggang Orang Dewasa Rendam Kolaka)

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi mengatakan, genangan terjadi di Dusun Jasem Lor akibat hujan deras yang terjadi hampir semalam suntuk. "Saat ini genangan sudah mulai menyusut, meski belum sepenuhnya genangangan habis," ungkapnya.

Ia menjelaskan, pihak desa sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membersihkan luweng sebagai tempat pembuangan air. "Ada 6 luweng yang ada di desa kami, nantinya akan dilakukan normalisasi," ucapnya.

Selain itu, air juga menggenangi lokasi wisata kali suci. "Tadi airnya sampai kelihatan di permukaan, sehingga harus ditutup sementara," ucapnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengaku, penutupan sementara Cave Tubing Kalisuci ini bukan yang pertama. Destinasi wisata minat khusus sempat ditutup sementara karena banjir akhir November 2017. 

"Iya ditutup sementara sampai kondisinya membaik," tuturnya.

(Baca juga : Kisah Pengungsi Banjir Aceh Utara, Melawan Dingin di Meunasah )

Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Gunungkidul, Sutaryono mengungkapkan, daerah rawah banjir di Kabupaten Gunungkidul di antaranya di Semanu, ponjong, Wonosari, Patuk, Playen, Nglipar, dan Karangmojo.

"Untuk yang Semanu tidak sampai merendam permukiman. Relawan sudah turun, dibantu warga melakukan penjagaan di jalan yang terendam air. Untuk sementara kami tengah data, namun dipastikan tidak ada kerugian materil maupun korban jiwa," pungkasnya. 

Kompas TV Selain tingginya curah hujan, banjir juga dipicu luapan Sungai Kerto yang mengalami pendangkalan.

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM