Beli Premium Malah Diisi Solar, Sejumlah Motor Warga Mogok dan Rusak - Kompas.com

Beli Premium Malah Diisi Solar, Sejumlah Motor Warga Mogok dan Rusak

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 12/01/2018, 14:39 WIB
Seorang petugas SPBU Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Membantu warga menguras Tangki yang berisi SolarKompas.com/Markus Yuwono Seorang petugas SPBU Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Membantu warga menguras Tangki yang berisi Solar

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga yang melakukan pengisian bahan bakar di SPBU 44.55809 Gading, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, mengeluh kendaraannya tiba-tiba rusak, Kamis (11/1/2018).

Setelah diperiksa, ternyata bahan bakar yang berada di tangki kendaraan adalah solar, sedangkan mereka saat ke SPBU Gading membeli premium.

Keluhan mereka disampaikan di group Facebook Info Cegatan Gunungkidul (ICG). Di grup media sosial itu terdapat beberapa postingan tentang kendaraan yang salah mengisi bahan bakar.

Salah satunya, akun Taqiyuddin Subayu yang mengaku membeli premium Rp 50.000, namun beberapa saat kemudian motornya rusak.

"Tuku premium 50.000 neng pom Bensin gading, bar kui motorku nek di gas mati.. Karo ngebul rodho curiga Karo ambune.. Golek bengkel Lagi nemu.. Jebule is I kleru solar ki njuk piye luur... Pow lali yow. (Beli Premium Rp 50.000 di SPBU Gading, setelah itu sepeda motor saya setiap di gas mati dan keluar asap. Saya curiga dengan baunya. Setelah sampai bengkel ternyata isinya solar)," tulisnya.

Di dalam kolom komentar, beberapa di antaranya juga mengeluhkan hal yang sama.

Baca juga : Kenapa Setelah Saya Bawa Surat dari Pak Ahok Baru Bilangnya Gitu...

Salah satu warga yang bisa ditemui, Sofyan, warga Putat, Patuk, mengaku membeli premium Rp 15.000 pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB, di SPBU Gading. Beberapa saat setelah berjalan, motornya mengalami mogok di sekitar hutan Tleseh, Bunder, Playen.

"Motor saya mbrebet dan rusak. Tadi dibuka tangkinya berisi solar," katanya ditemui di sebuah bengkel

Sofyan mengaku sudah lama berlangganan membeli bahan bakar di SPBU Gading. Saat itu, ia membeli premium untuk sepeda motor Yamaha Jupiter miliknya. Namun baru kali ini motornya salah diisi bahan bakar.

"Sudah sejak lama saya berlangganan, tetapi baru kali ini kejadian seperti ini," ucapnya.

Ia mengaku sudah dihubungi pihak SPBU dan bersedia mengganti kerusakan.

"Sudah ada yang menemui dan bertanggung jawab mengganti kerusakan," katanya.

Montir bengkel, Endriyanto mengaku sempat membongkar motor Sofyan dari pukul 17.00 WIB.

"Tadi motor keluar asap, memang isinya solar. Besok harus dibongkar kepala silindernya," katanya.

Baca juga : Video Mesum Anak Kecil dan Wanita Dewasa Dilakukan di Hotel Bandung

Dari pantauan Kompas.com, sepeda motor milik salah seorang warga, Suzuki Shogun warna merah tampak dikuras tangkinya di belakang kantor SPBU oleh seorang petugas. Sejumlah petugas yang ditemui pun enggan memberikan keterangan.

"Besok pagi yang komplain diberikan penjelasan agar kembali ke sini," ucapnya.

Manajer SPBU 44.55809 Gading, Wahyudi, mengakui ada beberapa pemilik kendaraan yang datang ke pihaknya untuk menanyakan perihal kerusakan. Pihak SPBU akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan."

Sudah ada yang datang, tapi saya tidak menghitungnya," katanya dikonfirmasi di kantornya, Jumat (12/1/2017).

Dijelaskannya, pihaknya tidak bisa mengetahui penyebab kejadian ini. Dari pengamatannya, premium tetap berwarna kuning, namun dari bau mirip solar. Saat ini, dari pihak Pertamina sedang menginvestigasi masalah ini.

Kemarin, pihaknya menerima 3 tangki pengiriman, untuk berbagai jenis bahan bakar, salah satunya premium.

"Tim Pertamina dari kualitas dan kuantitas sudah mengambil sampel apakah terkominasi atau tidak. Hasilnya baru kita ketahui setelah ada penelitian dari laboratorium," tuturnya.

Wahyudi mengatakan, dari perkiraannya sudah ada 300 sampai 400-an liter premium yang terjual. Saat ini, pihaknya tidak menjual premium karena menunggu investigasi dari Pertamina.

"Masih kita tunggu hasil investigasi, sementara kita tidak menjual premium," katanya.

Kompas TV Selain pendampingan psikolog, nantinya korban akan menjalani sejumlah kegiatan trauma healing.

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM