Pilkada Kalbar, Karolin Tepis Isu Politik Dinasti - Kompas.com

Pilkada Kalbar, Karolin Tepis Isu Politik Dinasti

Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Kompas.com - 12/01/2018, 04:57 WIB
Karolin Margret Natasa saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani tes kejiwaan di RSJ Sungai Bangkong, Pontianak, Kalimantan Barat (11/1/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Karolin Margret Natasa saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani tes kejiwaan di RSJ Sungai Bangkong, Pontianak, Kalimantan Barat (11/1/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Bakal Calon Gubernur Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa menepis isu politik dinasti terkait keikutsertaan dirinya dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Kalimantan Barat periode 2018-2023.

Karolin merupakan putri pertama Cornelis yang saat ini menjabat Gubernur Kalbar dua periode berturut-turut. Selain menjabat sebagai gubernur, Cornelis juga menjabat ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat.

Menanggapi adanya tudingan isu tersebut, Karolin mengatakan, jika apa yang dia jalani saat ini merupakan proses dari kaderisasi partai politik yang mengusung dirinya, yaitu PDI Perjuangan.

"Terkait dengan anggapan politik dinasti, saya kira merupakan proses dari kaderisasi partai, jadi bukan sesuatu yang mendadak," ungkap Karolin seusai menjalani pemeriksaan kesehatan kejiwaan di RSJ Daerah Sungai Bangkong, Pontianak, Kamis (11/1/2018).

(Baca juga : Kenakan Pakaian Dayak, Karolin-Gidot Daftar Pilkada Kalbar)

"Terlepas dari dinasti atau bukan, saya kira semua calon wajib memenuhi tahapan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Menurut Karolin, yang paling penting adalah bagaimana semua pihak mengawasi bakal calon yang akan mengikuti kontestasi ini, baik yang dicap memiliki aliran darah dinasti seperti dirinya ataupun yang bukan. 

"Semuanya harus melewati pemilihan secara sportif dengan mengikuti semua ketentuan berlaku dan tidak melanggar undang-undang," ujarnya.

Dari sisi kaderisasi, Karolin menegaskan sudah melewati semua tahapan itu. Selama berkiprah di PDI-P, Karolin pernah menjadi anggota DPR RI selama dua periode, sebelumnya akhirnya mengundurkan diri karena mengikuti Pilkada Kabupaten Landak 2016 lalu.

(Baca juga : Pilkada Kalbar, Partai Golkar Resmi Usung Sutarmidji dan Ria Norsan )

"Saya sudah melalui semua tahapan itu dan sejak saya jadi anggota DPR RI tudingan politik dinasti itu sudah melekat dengan saya," ucapnya.

"Yang bisa saya lakukan bekerja sebaik mungkin, ya Pak Cornelis memang bapak saya," tutupnya.

Karolin mengikuti kontestasi Pilkada Kalbar bersama bakal calon wakil gubernur Suryadman Gidot yang merupakan Bupati Bengkayang dua periode dan juga ketua DPD Partai Demokrat Kalbar.

Pasangan bakal calon ini diusung partai politik dengan dukungan 27 kursi di DPRD Kalbar, dengan komposisi PDI-P 15 kursi, Partai Demokrat 9 kursi, dan PKPI 3 kursi.

Kompas TV Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mataliti mengaku diminta uang 40 miliar rupiah oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM