Temui Mbah Moen, Ganjar-Yasin Diminta Hati-hati Hadapi Hoaks - Kompas.com

Temui Mbah Moen, Ganjar-Yasin Diminta Hati-hati Hadapi Hoaks

Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Kompas.com - 10/01/2018, 11:02 WIB
Ganjar Pranowo (tengah) dan Taj Yasin (kiri) berkunjung ke kediaman ulama KH Maimoen Zubair di Rembang setelah keduanya mendaftar ke KPU Jateng, Selasa (9/1/2018) malam.DOK. PRIBADI Ganjar Pranowo (tengah) dan Taj Yasin (kiri) berkunjung ke kediaman ulama KH Maimoen Zubair di Rembang setelah keduanya mendaftar ke KPU Jateng, Selasa (9/1/2018) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com – Pasangan calon Ganjar Pranowo dan Taj Yasin langsung bertolak ke Rembang seusai mendaftar sebagai bakal calon di Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah, Selasa (9/1/2018) malam.

Keduanya beserta istri Ganjar, Siti Atikoh Supriyanti, dan istri Yasin, Nur Arafah, menemui ulama KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang.

Mbah Moen menyambut pasangan yang diusung PDI-P, Nasdem, PPP, dan Demokrat tersebut tepat di depan rumah.

Pertemuan itu berlangsung hangat selama lebih dari satu jam. Mbah Moen lebih banyak memberi wejangan kepada pasangan nasionalis-santri ini.

"Gubernur sebaiknya menuntaskan tugas. Kalau jabatan (periode) pertama itu pembuka, belum ada kesempurnaan," kata Mbah Moen melalui keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/2/2018).

Mbah Moen yang merupakan ayah dari Yasin mengatakan, masyarakat perlu mendukung Ganjar di periode kedua. Ia menegaskan bahwa dukungannya kepada Ganjar bukan karena anaknya berpasangan dengan Ganjar.

"Saya mendukung bukan karena Yasin anak saya, tapi karena harus ada kelanjutan pembangunan di Jateng,” paparnya.

Selain itu, Ganjar-Yasin juga diminta berhati-hati soal fitnah yang biasanya terjadi ketika pilkada. Ia minta jika itu terjadi harus disikapi dengan baik.

Ganjar pun mendengar dengan seksama petuah itu. Ia akan berusaha untuk tidak menyakiti orang lain. Jika nantinya sah menjadi calon, ia pun bakal kampanye berbasis program.

"Pesan dari Mbah Maimoen itu luar biasa, saya menerjemahkannya agar tidak ada fitnah-fitnahan dan hoaks, sehingga dalam koridor kompetisi politik basisnya adu program dan aspirasi," kata gubernur petahana tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Semarang, Nazar Nurdin
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM