Pertama di Indonesia, Guru di Klaten Deklarasikan "Guru Berkarakter" - Kompas.com

Pertama di Indonesia, Guru di Klaten Deklarasikan "Guru Berkarakter"

Kontributor Solo, Labib Zamani
Kompas.com - 20/12/2017, 16:21 WIB
Guru di Klaten deklarasikan Guru Berkarakter di Gedung Wongso Menggolo Klaten, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2017).KOMPAS.com/Labib Zamani Guru di Klaten deklarasikan Guru Berkarakter di Gedung Wongso Menggolo Klaten, Jawa Tengah, Rabu (20/12/2017).

KLATEN, KOMPAS.com - Ribuan guru dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA/ SMK di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mendeklarasikan " Guru Berkarakter". Deklarasi diselenggarakan di Gedung Wongso Menggolo Klaten, Rabu (20/12/2017).

Pengamatan Kompas.com, deklarasi guru berprestasi diprakarsai Masyarakat Peduli Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Ada 2.500 guru di Klaten yang ikut dalam deklarasi itu.

Dalam deklarasi, ribuan guru memakai ikat kepala bertuliskan " Guru Berkarakter". Selain itu, mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan "Gurunya Berkarakter Siswanya Pintar", "Gurunya Berkarakter Siswanya Cinta Lingkungan", "Gurunya Berkarakter Siswanya Kerja Keras" dan lainnya. 

Penggagas acara, Bambang Saptono menjelaskan, deklarasi guru berkarakter baru pertama dilakukan di Kabupaten Klaten.

"Ini dimulai dari Klaten. Selama ini Indonesia belum ada deklarasi guru berkarakter. Di sinilah kita mulai dari Klaten. Agar pendidikan berkarakter yang dicanangkan pemerintah pusat benar-benar mengena," kata Bambang.

(Baca juga : Begini Pendidikan Berkarakter yang Diterapkan Purwakarta )

Bambang menilai, masih banyak tenaga pendidik yang belum mampu menerjemahkan apa itu pendidikan berkarakter. Hal ini berimbas kepada peserta didik.

"Dengan deklarasi guru berkarakter, pendidik-pendidik khususnya di Klaten memelopori bagaimana pendidikan berkarakter ini yang sebenarnya. Biar nanti bisa menular virusnya ke daerah dan kabupaten lain di Indonesia," ungkapnya.

Menurut Bambang, guru berkarakter itu menamkan kejujuran, perilaku yang baik kepada anak didiknya. Seperti dalam pepatah jawa "guru" diartikan digugu lan ditiru (dipercaya dan dicontoh).

"Jadi, guru harus menanamkan dan memberikan perilaku yang baik kepada siswanya. Dengan begitu siswa akan ikut serta mencontoh apa yang dilakukan guru mereka," jelas dia.

Perwakilan guru, Wiyarto mengatakan, guru merupakan agen perubahan berkarakter. Untuk mendukung pendidikan berkarakter tersebut, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menerbitkan Perpres Pendidikan Karakter.

(Baca juga : Ini Konsep Pendidikan Berkarakter Ala Ridwan Kamil )

"Deklarasi ini merupakan salah satu bentuk mengikrarkan guru itu agen perubahan berkarakter," bebernya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bambang Winarji menambahkan, karakter menjadi salah satu yang dapat menentukan arah generasi muda meneruskan cita-cita para leluhur dalam memajukan bangsa yang besar.

"Karakter ini sangat penting. Sampai-sampai Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter," pungkasnya.

PenulisKontributor Solo, Labib Zamani
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM