Kerugian akibat Siklon Cempaka di Gunungkidul Mencapai Rp 100 Miliar - Kompas.com

Kerugian akibat Siklon Cempaka di Gunungkidul Mencapai Rp 100 Miliar

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 07/12/2017, 20:08 WIB
Rumah milik Sargimin, warga Dusun Gading 10, Desa Gading, Playen, Gunungkidul, yang hilang disapu banjir. Total kerusakan rumah di Gunungkidul mencapai 202 rumah dengan total kerugian Rp 100 miliar.Kompas.com/Markus Yuwono Rumah milik Sargimin, warga Dusun Gading 10, Desa Gading, Playen, Gunungkidul, yang hilang disapu banjir. Total kerusakan rumah di Gunungkidul mencapai 202 rumah dengan total kerugian Rp 100 miliar.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, memperkirakan kerugian bencana banjir dan longsor akibat siklon Cempaka mencapai lebih dari Rp 100 miliar.

Angka itu belum termasuk perekonomian masyarakat yang terganggu akibat bencana. "Nilai kerugian akibat bencana mulai dari infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, hingga rumah, ditaksir mencapai Rp 100 miliar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono saat dihubungi, Kamis (7/12/2017).

Adapun sejumlah infrastruktur yang rusak yaitu jembatan 11 titik, jalan 9 titik, dan rumah warga 202 rumah. Untuk kerusakan di zona satu yaitu di Kecamatan Semanu, Gedangsari, Playen, Karangmojo, Semin,Girisubo, Wonosari, Tanjunsari, Nglipar, Ponjong, Tepus, dan Patuk.

"Pemerintah masih akan fokus melakukan perbaikan dan optimalisasi sarana dan prasarana umum sehingga jalan-jalan tidak lagi terputus dan aktivitas masyarakat kembali normal," tutur Eddy.

Baca juga: Dampak Siklon Tropis Cempaka, 41 Orang Meninggal dan Hilang

Dia mengatakan, untuk memperbaiki infrastruktur akan diusulkan di anggaran 2018 dengan skema sharing APBD Gunungkidul, Pemprov DIY, dan APBN. Untuk pembangunan jembatan yang terputus diperlukan waktu lama enam sampai tujuh bulan maka akan dibangun beronjong dengan anggaran setiap titik sekitar Rp 1,2 miliar.

Secara terpisah, Kepala Desa Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan, ada 13 dusun dari 28 dusun yang ada di daerahnya yang terendam banjir dan sampai Rabu (6/12/2017) ada 1.552 pengungsi.

"Untuk pengungsi semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Di wilayah kami ada 80 rumah yang rusak, tetapi yang parah ada 11 unit yang perlu perbaikan karena tidak bisa dihuni," ucap dia.

 

Kompas TV Angin mushon barat mendekat dan akan berdampak di Jawa, Bali, dan NTB.

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM