Pertamina: Banyak Hotel dan Restoran di Makassar Masih Pakai Elpiji Subsidi 3 Kg - Kompas.com

Pertamina: Banyak Hotel dan Restoran di Makassar Masih Pakai Elpiji Subsidi 3 Kg

Kontributor Makassar, Hendra Cipto
Kompas.com - 07/12/2017, 17:06 WIB
Ilustrasi: Penjual gas elpiji.Kompas.com/David Oliver Purba Ilustrasi: Penjual gas elpiji.

MAKASSAR, KOMPAS.com - General Manager Pertamina Marketing Operation Region VII Sulawesi Joko Pitoyo mengungkapkan bahwa kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram di Makassar karena distribusinya belum tepat sasaran.

"Distribusi elpiji subsidi 3 kilogram belum tepat sasaran karena hotel dan restoran di Makassar masih banyak menggunakannya," ungkap Joko saat dikonfirmasi di hotel Melia, Jl Andi Mappayukki, Makassar, Kamis (7/12/2017).

Pertamina pun, lanjut dia, merancang program bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan inspeksi ke hotel-hotel dan restoran serta usaha-usaha kelas menengah ke atas yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram bersubsidi.

"Kami sudah melakukan sosialisasi dan pemerintah daerah se-Sulawesi untuk mengeluarkan surat edaran. Bahkan, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan surat seruan yang sifatnya lebih tegas bahwa hotel dan restoran serta usaha menengah ke atas dilarang keras menggunakan elpiji subsidi," tuturnya.

(Baca juga: Cerita Mereka yang Belum Pernah Sekali Pun Pakai Bahkan Pegang Tabung Elpiji 3 Kg)

Menurut Joko pula, kelangkaan elpiji subsidi di tengah masyarakat tidak sesuai dengan data Pertamina yang menyebutkan bahwa penyaluran berlangsung normal. Hanya saja, lanjut dia, di beberapa pangkalan elpiji yang terdapat antrean warga yang melakukan pembelian dalam jumlah banyak.

"Dari situlah, masyarakat yang melihat antrean panik dan menyatakan terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram. Makanya banyak pangkalan kehabisan stok dan terjadi antrean. Pertamina cepat mengambil langkah dengan operasi pasar," tandasnya.

Joko menjelaskan, kewenangan Pertamina hanya sampai pada penyaluran elpiji di pangkalan saja. Menurut dia, penyaluran dari pangkalan seharusnya dikawal oleh pihak berwenang.

"Penyaluran ke pangkalan sebenarnya juga sudah ditangani oleh agen penyalur elpiji dengan pengawasan pemerintah daerah. Jadi kami hanya sampai di instalasi pengisian saja. Dengan adanya keterlibatan pemerintah daerah dan agen dalam penyaluran, menambah pengawasan ke kami," tambahnya.

Saat ditanyakan bahwa harga elpiji subsidi di pengecer mengalami kenaikan pasca-kelangkaan beberapa waktu lalu, Joko menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga. Harga yang masih berlaku adalah harga lama, yakni Rp 16.000, di pangkalan.

"Kami tidak bisa mengatur terlalu jauh lagi sampai ke tingkat pengecer dan masyarakat soal harga. Kami hanya mengimbau masyarakat agar membeli elpiji di pangkalan untuk mendapatkan harga normal," imbaunya.

PenulisKontributor Makassar, Hendra Cipto
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM