Danau Dadakan di Gunungkidul Direncanakan Jadi Lokasi Wisata - Kompas.com

Danau Dadakan di Gunungkidul Direncanakan Jadi Lokasi Wisata

Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
Kompas.com - 07/12/2017, 17:01 WIB
Lokasi danau dadakan di Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, dikunjungi wisatawan.Kompas.com/Markus Yuwono Lokasi danau dadakan di Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, dikunjungi wisatawan.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Danau dadakan di luweng Blimbing atau goa vertikal di wilayah Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi tontonan warga dan wisatawan. Pemerintah desa merencanakan danau itu sebagai tempat wisata yang dikelola masyarakat.

Dari pantauan di lokasi, warga setempat sudah membuat petunjuk arah menuju lokasi yang terletak di ladang warga dan perkebunan jati milik Perhutani. Puluhan orang sejak pagi mengunjungi lokasi dan sejumlah pedagang berjualan di sekitar lokasi. Danau dadakan ini menjadi viral di media sosial.

Kepala Desa Pacarejo, Suhadi, mengatakan, di wilayah Desa Pacarejo terdapat 13 goa vertikal yang dialiri sungai bawah tanah, salah satunya luweng Blimbing yang saat ini kondisinya terus melebar.

"Dulu sebelum banjir tanggal 28 November luasnya tidak seluas sekarang, saat ini mungkin sudah mencapai dua hektar," kata Suhadi saat ditemui di lokasi, Kamis (7/12/2017).

Menurut dia, awalnya air yang ada di lokasi berwarna coklat, tetapi seiring berjalannya waktu berubah menjadi hijau dan bening. "Perlu ada penelitian lebih lanjut kenapa airnya berubah, saya juga tidak mengetahuinya," ucap dia.

Baca juga: Danau Dadakan di Gunungkidul Surut, Warga Kehilangan Lahan Pertanian

Suhadi mengatakan, pihaknya akan melihat potensi di wilayahnya untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. "Nanti jika sudah ada kajian dari pihak terkait, kemungkinan flying fox yang ada di telaga Jonge dipindah ke sini untuk dikembangkan sebagai potensi wisata agar kesejahteraan masyarakat di sini meningkat," ujar Suhadi.

Hartorejo, salah seorang warga sekitar, mengatakan, jika di sekitar goa vertikal dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam, tetapi saat ini karena longsor dan terendam air sudah tidak bisa digunakan. "Ada belasan pohon jati milik Perhutani yang ikut masuk ke dalam lubang," kata Hartorejo.

Sementara salah seorang warga Patuk, Wahyu, mengaku sengaja datang ke lokasi itu karena penasaran danau dadakan ini ramai dibicarakan di media sosial. "Ternyata bagus, dan lebih luas dari perkiraan saya," ucap Wahyu.

Kompas TV Guna menarik kunjungan wisatawan ke danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan kini memiliki wahana water sport berupa jet ski.

PenulisKontributor Yogyakarta, Markus Yuwono
EditorErwin Hutapea
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM