Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hampir Sepekan Terendam Banjir, Sumur Tercemar, Warga Terserang Penyakit

Kompas.com - 21/11/2017, 19:41 WIB
Iqbal Fahmi

Penulis

CILACAP, KOMPAS.com- Hampir sepekan Dusun Margasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah dilanda bencana banjir. Sejak Rabu (15/11/2017) tidak kurang dari 321 warga mengungsi karena genangan air di dalam rumah hampir mencapai dua meter.

Baru pada Minggu (19/21/2017), banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul di Sungai Cipaganjing tersebut berangsur surut. Ratusan pengungsi yang tinggal di 89 rumah akhirnya kembali ke dusun untuk membersihkan rumahnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara saat dihubungi Selasa (21/11/2017) mengatakan, meskipun air telah surut, namun warga belum sepenuhnya terhindar dari segala kerawanan.

“Ada lima titik tanggul dengan panjang sekitar 10 meter harus segera dinormalisasi. Selain itu warga juga mulai diserang penyakit dan sumur di wilayah itu tercemar sehingga warga masih krisis air bersih,” katanya.

Tri mengungkapkan, ada sekitar 61 sumur rumah tangga yang ada di wilayah yang terendam. Sumur tersebut tercemar unsur hara dan amoniak sehingga tidak layak konsumsi.

“Sementara warga masih minum air bantuan dari PMI dan BPBD. Sebagian warga dilaporkan terjangkit gatal-gatal dan batuk,” ujarnya.

Hingga hari ini, tutur Tri, pihaknya menurunkan pompa pemadam kebakaran untuk menguras sumur-sumur warga secara bergantian.

“Sudah ada 15 sumur yang dikuras, dengan alat yang terbatas, kemungkinan baru akan tuntas dalam beberapa hari kedepan,” ungkapnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com