Sebanyak 8.754 Peserta Ikut Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 - Kompas.com

Sebanyak 8.754 Peserta Ikut Bank Jateng Borobudur Marathon 2017

Kontributor Magelang, Ika Fitriana
Kompas.com - 18/11/2017, 20:29 WIB
Peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 menjajal rute di kawasan Candi Borobudur Magelang, Sabtu (18/11/2017).Kompas.com/Ika Fitriana Peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 menjajal rute di kawasan Candi Borobudur Magelang, Sabtu (18/11/2017).

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebanyak 8.754 orang dipastikan mengikuti Bank Jateng Borobudur Marathon 2017, yang akan diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/11/2017).

Peserta BJBM 2017 tidak hanya berasal dari Indonesia saja, akan tetapi juga luar negeri. Adapun peserta luar negeri itu antara lain dari Kenya sebanyak 51 orang, Malaysia 23 orang, Amerika Serikat 20 orang, Jepang 12 orang, Singapura 12 orang, Belanda 7 orang, India 6 orang.

Lalu ada juga dari China, Perancis, Etiopia, Inggris, Australia, Korea Selatan, Azerbaijan, Brazil, Kanada hingga Uganda.

Dalam BJBM 2017, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Jateng menggandeng Harian Kompas sebagai penyelenggara event tahunan ini.

Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo mengatakan, seluruh peserta BJBM 2017 berasal dari berbagai kalangan, mulai dari atlet, pecinta olahraga lari, pelajar sampai masyarakat umum.

"Atlet lari Indonesia yang ikut ada Agus Prayogo. Lalu ada atlet dari Jepang yang sudah berusia sekitar 84 tahun juga ikut BJBM tahun ini," kata Budiman, dalam jumpa pers di Hotel Grand Artos Magelang, Sabtu (18/11/2017) sore.

(Baca juga: Ikut Borobudur Marathon 2017, Ganjar Ajak Istri Pemanasan)

Harian Kompas merasa terhormat karena dipercaya ikut terlibat dalam event olahraga di kawasan cagar budaya dunia ini.

Budiman menyebut, pada BJBM 2017 para peserta lari marathon akan menempuh rute yang unik karena melewati pedesaan, persawahan dan tiga candi yaitu Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon.

"Ini rute menarik, menantang, eksploratif. Kita akan melewati tiga candi, hutan bambu, ada booth foto, dan pentas kebudayaan masyarakat setempat. Tahun ini kami tekankan pada kualitas, dengan peserta dan kategori terbatas," ucap Budiman.

Pelari Indonesia, Agus Prayogo, mengibarkan bendera Indonesia setelah mencapai garis finis lomba lari 10.000 meter SEA Games 2015 di Singapura, 10 Juni 2015.SAJJAD HUSSAIN/AFP Pelari Indonesia, Agus Prayogo, mengibarkan bendera Indonesia setelah mencapai garis finis lomba lari 10.000 meter SEA Games 2015 di Singapura, 10 Juni 2015.
Menurut dia, dukungan masyarakat Magelang begitu besar selama persiapan penyelenggaraan BJBM 2017. Ini termasuk partisipasi komunitas-komunitas pencinta lari yang ada di Magelang.

"Terima kasih masyarakat Magelang, Magelang Runner, Magelang Runner Majapahit, yang sungguh-sungguh mendukung BJBM 2017. Impian kita BJBM ini setara dengan marathon di dunia bisa terwujud," ujar dia.

BJBM 2017 melombakan tiga kategori, yakni Full Marathon (42 kilometer), Half Marathon (21 kilometer) dan 10 kilometer.

Dari tiga kategori itu masih dibagi lagi dalam sub-kategori, yakni Full Marathon Open, Full Marathon Nasional, Half Marathon Open, Half Marathon Nasional, 10K Open, dan 10K Nasional.

"Total hadiah yang diperebutkan peserta mencapai Rp 2,3 miliar, untuk semua kategori," kata Budiman.

(Baca juga: Borobudur Marathon Makin Dekat, Pendaftar Meningkat)

Atlet lari Indonesia, Agus Prayogo mengaku bangga ikut BJBM untuk kali kelima. Sebagai putra asli Magelang, menurut dia acara ini menjadi bagian promosi wisata untuk mengangkat kampung halamannya ke luar daerah, bahkan dunia.

"Ini kebanggaan bagi saya sebagai putra Magelang. Semoga makin mendunia, BJBM ini jadi world major seperti Tokyo Marathon. Di sisi lain, juga untuk mengangkat wisata Magelang yang tidak hanya memiliki Candi Borobudur tapi juga alam sekitarnya," tutur dia.

Pada BJBM 2017 ini, Agus mengikuti kategori Half Marathon atau berjarak 21 kilometer. Lomba kali ini dirinya ingin memecahkan rekor terakhir (personal base) 1 jam 6 menit pada kategori yang sama di Singapura tahun 2010 silam.

Kompas TV Event olahraga akbar lari maraton akan digelar di seputaran Candi Borobudur Magelang pada Minggu 19 November 2017.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM