Bukan dari Kalangan Santri, Daniel Muttaqien Dianggap Tak Lengkapi Ridwan Kamil - Kompas.com

Bukan dari Kalangan Santri, Daniel Muttaqien Dianggap Tak Lengkapi Ridwan Kamil

Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Kompas.com - 15/11/2017, 14:47 WIB
Ridwan Kamil menerima surat rekomendasi yang diberikan Partai Golkar secara resmi untuk maju di Pilkada Jawa Barat.KOMPAS.com/Rakhmat Nur Hakim Ridwan Kamil menerima surat rekomendasi yang diberikan Partai Golkar secara resmi untuk maju di Pilkada Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengamat Politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan, keputusan Partai Golkar mendorong kadernya, Daniel Muttaqien dianggap kurang tepat.

Pasalnya, Daniel sama sekali tidak melengkapi kebutuhan Ridwan Kamil dalam upaya memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018.

"Yang dibutuhkan Emil itu santri. Kalau berhadapan dengan Deddy Mizwar itu harus ditonjolkan keislamannya," kata Ray saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (15/11/2017).

Ray menambahkan, Daniel Muttaqien dianggap tidak tepat karena tidak memiliki latar belakang sebagai santri.

Latar belakang yang paling dikenal dari Daniel adalah sosok di belakangnya, yakni ayahnya mantan ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat dan mantan Bupati Indramayu Irianto MS Syafiuddin yang juga sempat maju sebagai bakal calon gubernur dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2013.

"Dilihat dari orangtuanya yang pernah ikut pilkada tapi kalah. Orangtuanya yang cukup populer saja bisa kalah apalagi Daniel yang tidak sepopuler ayahnya," katanya. 

Baca juga : Permintaan Golkar kepada Ridwan Kamil Jelang Pilkada Jawa Barat

Jika beralasan ingin memenangkan Pilkada Jawa Barat dengan memasangkan kader internal dengan Ridwan Kamil, kata Ray, maka Partai Golkar seharusnya mencalonkan kadernya yang memiliki basis pemilih pesantren.

Meski bukan sebuah rumus baku, menurut pengamatan Ray basis pemilih pemimpin religius masih cukup dominan di Jawa Barat. 

"Kemenangan Ridwan Kamil sangat tergantung dengan wakilnya. Saran saya untuk Golkar, carilah kader yang basic-nya pesantren. Bisa ulamanya bisa santrinya yang dikenal banyak orang, dan terpenting punya basis kultur pesantren. Di Jawa Barat itu penting karena basis santri," tuturnya. 

Untuk saat ini, Ray mengatakan, dalam koalisi pendukung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018, terdapat beberapa nama yang terbilang pantas untuk mendamping pria yang saat ini menjabat wali kota Bandung tersebut seperti Maman Imanul Haq dari PKB.

"Di PKB itu ada nama Maman Imanul Haq. Dia anggota DPR yang lebih banyak berinteraksi dengan warga," ungkapnya. 

Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopha mengatakan, Ridwan Kamil diberikan kuasa penuh untuk menentukan wakilnya sendiri. Harapannya, ke depan jika terpilih ada keharmonisan antara Ridwan Kamil dengan wakilnya. 

"Kalau Nasdem menyerahkan sepenuhnya ke Kang Emil. Kita tidak bisa memaksakan kalau enggak pas dan enggak cocok. Tidak boleh ada konflik. Kalau ada perbedaan wakil dan gubernur kasihan rakyat Jawa Barat terbengkalai," tuturnya. 

Baca juga : Unggul di Survei Terbaru, Ridwan Kamil Masih Butuh Strong Voters

Saan membenarkan, pihaknya pernah menyodorkan nama ulama asal priangan timur Asep Maosul sebagai pendamping Ridwan Kamil. Namun demikian, keputusan tetap diserahkan kepada Ridwan Kamil. 

"Dari awal memang Asep Mousul masuk radar dan termasuk nama yang dipertimbangkan. 

Di Jawa Barat itu kultur agamanya kuat dan religiusitas. Makanya butuh sosok yang basisnya pesantren," pungkasnya.

Kompas TV Sejumlah nama mencuat sebagai wakil Ridwan Kamil dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Putra Prima Perdana
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM