Ramai-ramai Sidang Buni Yani, Pedagang Kaki Lima Mendulang Berkah - Kompas.com

Ramai-ramai Sidang Buni Yani, Pedagang Kaki Lima Mendulang Berkah

Kontributor Bandung, Agie Permadi
Kompas.com - 14/11/2017, 17:44 WIB
Hadirnya massa pendukung di lokasi sidang vonis Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017), membawa berkah bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan.KOMPAS.com/Agie Permadi Hadirnya massa pendukung di lokasi sidang vonis Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017), membawa berkah bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan.

BANDUNG, KOMPAS.com - Hadirnya massa pendukung di lokasi sidang vonis Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017), membawa berkah bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan.

Berdasarkan pantauan, bermacam dagangan makanan dan minuman hadir di sepanjang jalan Seram, para pedagang ini menggunakan roda dan sebagian pedagang asongan yang berjalan menyusuri keramaian di sekitar halaman gedung.

Tak sedikit peserta aksi baik perempuan dan lelaki maupun aparat keamanan yang membeli makanan saat aksi berlangsung maupun saat rehat.

Salah satu pedagang bakso dan mie ayam, Toto (53), mengaku ketiban rezeki karena jualannya laris manis.

“Ya menguntungkan buat Bapak mah, Alhamdulilah ada saja yang beli bakso,” tuturnya.

(Baca juga: Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Tak Langsung Ditahan)

Bahkan saat ini, Toto mengaku bahwa sudah puluhan mangkuk telah dibuatnya untuk pelanggannya.

“Ya lumayan sudah puluhan mungkin 20 lebih, kalo buat modal mah sudah ketutup, tinggal nunggu untungnya saja,” ungkapnya.

 

Hadirnya massa pendukung di lokasi sidang vonis Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017), membawa berkah bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan.KOMPAS.com/Agie Permadi Hadirnya massa pendukung di lokasi sidang vonis Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017), membawa berkah bagi para pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang asongan.

Sementara itu, Momo (60), salah satu pedagang buah, mengaku telah meraup untung banyak dari aksi dukungan terhadap Buni Yani ini.

“Ya lumayan, dapat untung Rp 300.000,” ungkapnya.

(Baca juga: Sumpah Buni Yani di Sidang Vonis)

Aksi yang mengundang massa seperti ini menjadi keuntungan baginya dan pedagang lainnya, apalagi jika cuaca sedang panas.

“Pengennya mah setiap hari kaya gini biar untung terus karena kemarin-kemarin kan hujan terus, bahkan saya tekor,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, massa pendukung Buni Yani hadir didepan Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung untuk mengawal jalannya sidang vonis Buni Yani.

(Baca juga: Foto-foto Suasana Sidang Vonis Buni Yani, dari Sumpah hingga Spanduk Bergambar Buni-Ahok)

Massa yang tiba sejak pagi ini kemudian melakukan orasi yang berisi tentang kaitan hukum yang menjerat Buni Yani. Mereka berharap Hakim M.Saptono membebaskan Buni Yani dari segala tuntutan hukum.

Perlu diketahui Buni Yani sendiri didakwa terkait pelanggaran UU ITE karena dianggap menyebarkan dan melakukan pemotongan video eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu.

 

 

Kompas TV Jaksa Agung berharap putusan hakim sesuai tuntutan jaksa yakni 2 tahun penjara.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Bandung, Agie Permadi
EditorCaroline Damanik
Komentar

Terkini Lainnya

Anies Promosikan 'Revolusi Putih' Prabowo di Cilandak Barat

Anies Promosikan "Revolusi Putih" Prabowo di Cilandak Barat

Megapolitan
Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Olahraga
15 Petugas Dishub 'Abal-abal' Diamankan di Kebon Jeruk

15 Petugas Dishub "Abal-abal" Diamankan di Kebon Jeruk

Megapolitan
PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

Nasional
Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Regional
Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Regional
'Revolusi Putih' Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

"Revolusi Putih" Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

Megapolitan
Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Internasional
Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Regional
Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Megapolitan
Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek 'Online'

Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek "Online"

Megapolitan
Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Nasional
Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Regional
Imbas Proyek Jembatan Jatiwaringin, Warga Bingung Cari Jalan Alternatif

Imbas Proyek Jembatan Jatiwaringin, Warga Bingung Cari Jalan Alternatif

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM