Nasdem Deklarasikan Tengku Erry sebagai Cagub di Pilkada Sumut 2018 - Kompas.com

Nasdem Deklarasikan Tengku Erry sebagai Cagub di Pilkada Sumut 2018

Kompas.com - 13/11/2017, 06:37 WIB
Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumut yang juga Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi ditetapkan sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah 2018 mendatang, Minggu (12/11/2017). KOMPAS.com/Mei Leandha Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumut yang juga Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi ditetapkan sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah 2018 mendatang, Minggu (12/11/2017).

MEDAN, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat Provinsi Sumatera Utara yang juga Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi ditetapkan sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah 2018 mendatang.

Penetapan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Medan. Dalam orasi politiknya, Paloh mengatakan, Minggu (12/11/2017) adalah hari spesial bagi keluarga besar Partai Nasdem.

Sebab di hari itu, Nasdem mendedikasikan diri untuk membangun tanah kelahiran Sumatera Utara dan kecintaan yang lebih konkrit untuk bangsa dan negara.

Penetapan Erry bersamaan dengan pelantikan DPW Partai Nasdem Sumut, serta pengukuhan rekomendasi untuk calon-calon kepala daerah kabupaten dan kota.

"Saudara Tengku Erry ini kita pikir-pikir bagus juga kalau dicalonkan jadi gubernur, apakah saudara-saudara setuju? Kalau setuju, kita harus mampu menempatkan calon kita yang saat ini menjadi gubernur untuk yang kedua kali. Kita sama-sama Anak Medan ini, harus menjadi banteng di kampung sendiri dan di kampung orang," kata Paloh.

(Baca juga : KPK Kembali Periksa Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry)

Paloh yakin dan percaya dengan kerja sama, koordinasi, dan sinergitas antara para bupati dan wali kota di Sumut. Mereka sepakat dan kompak menginginkan ada upaya pembangunan berkelanjutan di Sumut dengan menjatuhkan pilihan kepada Erry.

"Saya menganjurkan sebagai kakak mereka, pilihan kita dengan segala kekurangan yang masih ada di diri Tengku Erry, saya pikir dia yang terbaik untuk memimpin Sumut," ucapnya.

Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi turun langsung ke lokasi banjir di tiga kabupaten yang terdampak, Sabtu (11/11/2017)Dok humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi turun langsung ke lokasi banjir di tiga kabupaten yang terdampak, Sabtu (11/11/2017)
Pesan tersebut disampaikan Paloh bukan hanya kepada hadirin yang datang ke Lapangan Merdeka Medan, namun kepada seluruh keluarga besar Partai Nasdem yang ada di Sumut.

Dirinya sebagai kakak lalu mengingatkan Erry agar mulai bekerja lebih baik, meningkatkan sinergitas kerja, membuka wawasan, serta belajar dari segala kekurangan yang ada.

"Erry bilang mau memajukan Sumut ke arah yang lebih baik. Berikanlah kepercayaan itu, dukung dia sepenuhnya. Lihat wajahnya baik-baik, saya tanya pantas gak dia menjadi gubernur? Pantas...? Saya pikirpun dia pantas..." ujar dia.

(Baca juga : Tengku Erry Sebut Pernah Ada Temuan BPK soal Dana BOS dan Bansos )

Paloh lalu meminta para bupati dan wali kota Medan menyakinkan masyarakatnya untuk memilih Erry.

Kepada bupati Deliserdang, Paloh bilang, "Kalau memang yakin, kita sama-sama maju. Di Deliserdang pilih aku, di Sumut pilih Tengku Erry." Begitu juga dengan wali kota Sibolga.

"Semua kalau bersatu, tulus, dan ikhlas, lihat apa yang saya katakan di Lapangan Merdeka ini. Tengku Erry akan terpilih kembali. Tapi kalau kita bermain-main di antara kita, bekerja biasa-biasa saja, sama-sama kita tidak terpilih," ujarnya lantang.

Usai mengucapkan selamat, dia menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo. Paloh lalu bercerita kalau Presiden Jokowi pernah secara khusus bertanya kepadanya soal siapa calon yang pantas memimpin Sumut, dia menjawab Tengku Erry.

Mendengar itu, Presiden langsung mengangguk dan memuji Erry. 

"Jadi sejalan antara saya dan Presiden, kami sepakat Tengku Erry bagus untuk melanjutkan pembangunan Sumut. Untuk itu, kita semua harus bekerja keras. Nasdem memerlukan kader-kadernya militan, solid, dan kokoh. Jangan bikin malu kita Anak Medan, Anak Sumatera Utara," katanya lagi.

(Baca juga : Gubernur Sumut: Kita Gampang Diadu Domba, Dipecah Belah)

Paloh mengaku, dalam pertemuan tersebut ia membawa rombongan Nasdem dari provinsi lain. Itu dilakukan untuk memperlihatkan solidnya Nasdem di Sumut. 

"Saya bilang, kalau dia mau main-main dengan janji membuat Sumut lebih baik, bukan hanya masyarakat Sumut yang mendesak dia turun. Ketua umum Partai Nasdem akan tendang dia duluan. Ingat itu, catat baik-baik...!" katanya tegas.

Paloh menjelaskan, Sumut butuh pemimpin yang jujur, mementingkan masyarakatnya ketimbang diri dan keluarganya. Itulah mengapa Nasdem mendukung Erry. Karena Erry  diyakini mampu menjunjung profesionalitas dan moralitas yang didambakan Partai Nasdem.

"Cocok? Nah, itu baru gerakan perubahan restorasi Indonesia, Lanjutkan..." pungkasnya.

Kompas TV Majelis hakim menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, yang terbukti menyuap pimpinan dan anggota DPRD Sumatera Utara sebesar Rp 61,8 miliar. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi, yakni 3 tahun penjara dan denda Rp 250 miliar. Ketua Majelis Hakim Didik Setyo Handono menyatakan Mantan Gubernur Sumater Utara, Gatot Pujo Nugroho, terbukti secara sah dan meyakinkan telah menyuap pimpinan dan anggota DPRD Sumatera Utara sebesar Rp 61,8 miliar untuk menyetujui laporan pertanggungjawaban APBD 2012-2014. Karena itu, hakim memvonis Gatot, 4 tahun penjara dengan denda 200 juta rupiah dan subsider tiga bulan penjara.


EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X