Dua Petani Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Sawah - Kompas.com

Dua Petani Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh di Gubuk Sawah

Kontributor Bone, Abdul Haq
Kompas.com - 12/11/2017, 15:10 WIB
Sejumlah warga mengusung jenazah salah seorang petani di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang tewas disambar petir. Minggu, (12/11/2017).KOMPAS.com / ABDUL HAQ Sejumlah warga mengusung jenazah salah seorang petani di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang tewas disambar petir. Minggu, (12/11/2017).

GOWA, KOMPAS.com - Dua petani di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan tewas tersambar petir saat tengah berteduh di gubuk sawah. Seorang petani lainnya selamat, meski mengalami luka akibat terlempar. Pemerintah setempat sebelumnya sempat mengimbau seluruh warganya agar lebih berhati-hati lantaran cuaca ekstrim mulai melanda.

Peristiwa nahas yang terjadi di Dusun Belamoncong, Desa Tamalatea, Kecamatan Manuju ini terjadi pada Sabtu (11/11/2017) pukul 15.30 WITA.

Saat itu, ketiga korban bernama Daeng Sewa (55), Daeng Kura (62) dan Rampe (35) tengah berteduh di gubuk sawah lantaran hujan deras disertai petir terus melanda. Di gubuk tersebut, ketiganya tersambar petir hingga mengakibatkan Daeng Sewa dan Daeng Kura tewas di lokasi. Sementara Rampe selamat meski dirinya menderita luka lecet setelah terlempar sejauh sepuluh meter.

"Kemarin sore waktu bajak sawah, dua (petani) meninggal satu selamat" kata Marni, salah seorang kerabat korban yang ditemui di rumah duka, Minggu (12/11/2017).

Kedua korban tewas menderita luka bakar pada bagian kepala dan punggung belakang. Keduanya langsung dievakuasi ke rumah duka yang berjarak 4 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP). Daeng Sewa dimakamkan pada Minggu pukul 12.00 WITA. Sedangkan Daeng Kura dimakamkan 2 jam setelahnya, lantaran menunggu salah seorang anaknya yang berada di luar daerah.

"Kejadiannya kemarin, namun baru hari ini dimakamkan mengingat anak-anak korban ada yang merantau ke luar daerah dan kami mengimbau seluruh warga agar lebih berhati-hati dalam memasuki pergantian musim ini" kata Safri Daeng Manye, Kepala Desa Tamalatea yang dikonfirmasi saat menghadiri pemakaman korban.

PenulisKontributor Bone, Abdul Haq
EditorKurnia Sari Aziza
Komentar

Terkini Lainnya

Paramedis di Australia Kabulkan Permintaan Terakhir Pasien untuk Melihat Pantai

Paramedis di Australia Kabulkan Permintaan Terakhir Pasien untuk Melihat Pantai

Internasional
Anies Promosikan 'Revolusi Putih' Prabowo di Cilandak Barat

Anies Promosikan "Revolusi Putih" Prabowo di Cilandak Barat

Megapolitan
Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Jadwal Pertandingan 3 Wakil Indonesia pada Perempat Final di Hongkong

Olahraga
15 Petugas Dishub 'Abal-abal' Diamankan di Kebon Jeruk

15 Petugas Dishub "Abal-abal" Diamankan di Kebon Jeruk

Megapolitan
PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

PKB Ingatkan Prinsip Efisiensi dalam Penyusunan RAPBD DKI

Nasional
Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Melihat Penyusunan Anggaran Era Ahok dan Anies...

Megapolitan
Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Diduga Sopir Mengantuk, Bus Masuk Jurang Tewaskan 3 Penumpang

Regional
Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Anggota Brimob yang Asuh 64 Anak Miskin dan Yatim Dapat Hadiah Umrah

Regional
'Revolusi Putih' Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

"Revolusi Putih" Prabowo yang Akhirnya Dijalankan Anies-Sandi di DKI...

Megapolitan
Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Berita Terpopuler: Organ Vital Jenazah Calon Tentara yang Hilang, hingga Desa di Swiss Tawarkan Sejumlah Uang

Internasional
Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Bersih dari Longsoran, Rel KA Jalur Selatan Dinyatakan Aman Dilintasi

Regional
Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Dari Tim Gubernur sampai Kolam Air Mancur, Anggaran DKI Tahun 2018 yang Menyita Perhatian...

Megapolitan
Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek 'Online'

Cerita Udin Bertahan Jadi Ojek Sepeda Ontel di Tengah Serbuan Ojek "Online"

Megapolitan
Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Kurang Apa Indonesia dengan Papua...

Nasional
Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Wajah Paledang, Etalase Parfum Murah Meriah di Kota Bandung

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM