Mengamuk di Kantor BNN Riau, Seorang Pemuda Mabuk Ditembak - Kompas.com

Mengamuk di Kantor BNN Riau, Seorang Pemuda Mabuk Ditembak

Kompas.com - 16/10/2017, 14:25 WIB
Ilustrasi penembakan.Shutterstock Ilustrasi penembakan.

PEKANBARU,KOMPAS.com - Seorang pria warga Pekanbaru mengamuk di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau. Petugas terpaksa menembak pria yang diketahui bernama Aditya (35) itu.

Petugas menyatakan pria tersebut mengamuk di kantor BNNP Riau Jalan Pepaya, Pekanbaru, karena terpengaruh narkoba.

Saat ini, Aditya sedang menjalani assesment untuk penyembuhan penyakit ketergantungan narkoba.

"Petugas terpaksa melumpuhkan di bagian kaki kanan karena dia berbuat onar. Sebelum ditembak, kita sudah lakukan tembakan peringatan," ucap Kepala Bidang Penindakan BNN Propinsi Riau, AKBP Haldun, Senin (16/10/2017).

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/10/2017) siang. Saat itu belum diketahui pasti alasannya, Aditya datang ke kantor BNN dengan menggunakan sebuah mobil minibus.

Kedatangan Aditya disambut oleh seorang sekuriti BNN. Kepada sekuriti, Aditya dengan suara lantang ingin berjumpa dengan Kepala BNN Provinsi Riau Brigjen M Wahyu Hidayat .

Kemudian dijelaskan sekuriti bahwa kepala BNN Riau tidak ada di kantor karena hari libur.

"Kemudian dijelaskan karena hari itu libur sebaiknya datang Senin. Pria itu tidak terima dan ngamuk, dia menggebrak meja dan menendang-nendangnya," ucap Haldun.

Baca juga: Cerita Lengkap Kapolsek Rochana Saat Menyamar Jadi PSK

Petugas sekuriti pun menghubungi seorang petugas BNN. Tidak berapa lama petugas datang dan mencoba menenangkan pelaku.

"Namun pelaku malah mengejar petugas. Petugas kita lari. Kemudian menghubungi petugas yang lain. Setelah ada anggota yang lain datang dan beri peringatan, namun tidak diindahkan, terpaksa dilumpuhkan," lanjut Haldun.

Setelah melumpuhkannya, petugas membawa pelaku ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Petugas juga melakukan tes urine.

"Hasilnya tes urine pelaku positif mengonsumsi narkoba tiga jenis, sabu, ganja dan ekstasi," tukas Haldun.

Baca juga: "Beliau Jenderal Kami, Kalau Dihina Kami Harus Turun Tangan"

Dia mengatakan motif sementara pelaku datang ke kantor BNN karena terpengaruh obat obatan terlarang. Untuk selanjutnya petugas akan merehabilitasinya.

"Ini semua hari pengaruh narkoba. Jadi pengaruh narkoba itulah yang membuatnya tiba-tiba datang ke BNN. Keterangan keluarga, pria itu selama ini ketergantungan narkoba, sedangkan untuk proses penyelidikan pihak BNN telah berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru," imbuhya.

Kompas TV Saat digeledah, penyidik menemukan sabu dengan total 1,7 kilogram.


EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X