Punya Kartu JKN, Orangtua Bocah Lumpuh Otak Tak Mampu Rawat Anaknya di RS - Kompas.com

Punya Kartu JKN, Orangtua Bocah Lumpuh Otak Tak Mampu Rawat Anaknya di RS

Kontributor Nunukan, Sukoco
Kompas.com - 13/10/2017, 20:01 WIB
Muhammad Fadli (3), menderita gizi buruk sejak lahir membuat bobot Fadli hanya 8 kilogram. Gizi buruk juga membuat anggota gerak Fadli tak bisa digerakkan. Tangan dan kaki serta tulang lehernya lemas seperti tak bertulang. KOMPAS.com/SUKOCO Muhammad Fadli (3), menderita gizi buruk sejak lahir membuat bobot Fadli hanya 8 kilogram. Gizi buruk juga membuat anggota gerak Fadli tak bisa digerakkan. Tangan dan kaki serta tulang lehernya lemas seperti tak bertulang.

NUNUKAN, KOMPAS.com – Dinas kesehatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengaku telah melakukan penanganan maksimal terhadap Muhammad Fadli (3)

Anak ketiga dari pasangan Andi Jusmani dan Asriadi tersebut menderita penyakit celebral palsy atau lumpuh otak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Ramsida mengatakan, Puskesmas telah memberikan surat rujukan kepada orangtua Fadli agar dirawat di RSUD Nunukan. Karena Fadli membutuhkan penanganan khusus agar sembuh.

"Dia butuh terapi setiap hari, harus dirujuk ke rumah sakit. Pihak desa juga sudah mengupayakan BPJS, tapi faktor ekonomi membuat orangtua belum membawa ke rumah sakit,” ujarnya, Jumat (13/10/2017).

(Baca juga: Tak Punya Ongkos ke RS, Bocah Lumpuh Otak Dibiarkan Tergolek di Rumah)

Ramsida menambahkan, meski Fadli telah mendapat kartu Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN), namun untuk penanganan penyakit lumpuh otak tidak termasuk dalam tanggungan JKN.

Hal tersebut membuat orangtua Fadli kesulitan membawa anaknya tersebut ke rumah sakit.

Penyakit celebral palsy yang diderita Muhammad Fadli baru terdeteksi beberapa tahun terakhir. Pada saat lahir, bayi Fadli diketahui memiliki kelainan, kesulitan bernapas, dan mengalami gangguan pencernaan.

“Sejak lahir di rumah sakit memang sudah memiliki kelainan seperti kesulitan bernapas. Dalam perkembangan terdeteksi lumpuh otak,” imbuhnya.

Berita sebelumnya, Muhammad Fadli yang menderita lumpuh otak hanya dirawat dengan pengobatan alternatif. Di usianya yang ke-3 Fadli hanya memiliki bobot 8 kilogram. Kaki dan tangannya terlihat kecil dan tidak mampu menopang badannya.

Bahkan warga Jalan Perintis RT 07 Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat ini tidak mampu mengangkat kepalanya, karena tulang lehernya tidak mampu menopang kepalanya. Setiap hari, Fadli lebih banyak menghabiskan waktu dengan tergeletak di atas ranjang.

Meski telah mengantongi kartu JKN, penghasilan orangtuanya sebagai nelayan kecil tak mampu mengantar Fadli berobat.

"Kalau ada yang membantu biaya transportasi, kami juga mau membawa Fadli berobat,” ujar Andi Jusmani, ibu Fadli.

PenulisKontributor Nunukan, Sukoco
EditorReni Susanti
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM