Seekor Bayi Orangutan Ditemukan Tanpa Induk di Tepi Sungai - Kompas.com

Seekor Bayi Orangutan Ditemukan Tanpa Induk di Tepi Sungai

Nugroho Budi Baskoro
Kompas.com - 13/10/2017, 15:59 WIB
Petugas Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng Palangka Raya, menangani bayi orangutan bernama Topan, yang ditemukan terlantar di pedalaman Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (13/10/2017)Dok Yayasan BOS Petugas Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng Palangka Raya, menangani bayi orangutan bernama Topan, yang ditemukan terlantar di pedalaman Kabupaten Pulang Pisau, Jumat (13/10/2017)

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Sekor bayi orangutan ditemukan terlantar di Desa Sigi-Bukit Goha, Kecamatan Kahayan Tengah, di pedalaman Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Lokasi penemuan orangutan jantan yang diperkirakan usianya antara 6-8 bulan ini, berada di tengah-tengah Kalimantan Tengah, puluhan kilometer dari Kota Palangka Raya.

Bayi orangutan itu Jumat (13/10/2017) diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Selanjutnya, BKSDA menyerahkan bayi orangutan yang bernama Topan itu ke Pusat Rehabilitasi Orangutan di Nyaru Menteng, Palangka Raya yang dikelola oleh Borneo Orangutan Foundations (BOSF).

"Bayi orangutan ini ditemukan tanpa induk di pinggir sungai saat warga memasang jaring ikan pada 12 Oktober 2017 sore," jelas Monterado Fridman, juru bicara BOSF, Jumat (13/10/2017).

Baca juga: Langkis, Bayi Orangutan ke-18 yang Diterima Nyaru Tahun Ini

Menurut Monterado, saat ditemukan, kondisi Topan terlihat mencemaskan. "Mengalami dehidrasi cukup berat dan malnutrisi," kata dia.

Ia menambahkan, selama dititipkan di BOSF, bayi orangutan ini harus menjalani berbagai treatment dan cek kesehatan menyeluruh. Topan akan menjalani rehabilitasi hingga dipandang mampu untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.

Monterado menjelaskan, kondisi hutan di sekeliling tempat orangutan itu ditemukan sudah terbuka. Di sekitarnya hanya terdapat kebun-kebun milik masyarakat, "Mungkin kawasan itu bekas terbakar dua tahun lalu," kata dia.

Penyerahan orangutan ke BKSDA Kalimantan Tengah ini untuk kedua kalinya dalam dua hari terakhir. Kemarin, warga dari Kabupaten Gunung Mas yang memelihara bayi orangutan bernama Langkis, telah menyerahkan primata langka itu.

Ditambah dengan kehadiran Topan, kini sudah 19 bayi orangutan yang diterima Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng sepanjang tahun 2017.

Baca juga: Pilu Hati Aipda Rouli Tak Bisa Adopsi Bayi yang Dibuang karena Terganjal Peraturan

Kompas TV Bahkan, pada tahun 2015 salah satu orangutan dipaksa untuk menjadi pekerja seks komersial.

PenulisNugroho Budi Baskoro
EditorErlangga Djumena

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM